kali ini saya ingin menulis pengalaman saya tentang bermain game Pro Evolution Soccer (PES) 2013. meskipun ini cuma pengalaman tentang bermain sebuah permainan, tapi ada hikmah yang besar yang bisa kita ambil. hikmah tersebut akan coba saya paparkan di akhir cerita saya ini. notes: buat yang capek baca tulisan yang kepanjangan di awal, bisa langsung baca beberapa paragraf akhir tulisan ini ya.
alkisah, pada suatu hari di akhir tahun 2012 saya dititipi teman saya konsol playstation (ps) 3 nya. teman saya ini mau pulang kampung ke semarang untuk bertemu keluarganya. selama pulang kampung, ps3 nya yang ada di kosannya otomatis nganggur. nah, daripada nganggur ps3, dan diiringi rasa iba ke saya, dititipkanlah ke saya agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
saya yang diamanahkan titipan konsol tersebut tentu saja sangat senang. selain tandanya saya dapat kepercayaan dia, saya jadi punya satu tambahan mainan baru. terus terang, saya dari dulu ingin punya konsol game susahnya minta ampun. ps1 saya dapatkan berkat uang sunat. lah, masak untuk dapat ps2 dan ps3 saya harus disunat ulang? sedangkan kalau mau beli pakai gaji, alokasi dana untuk beli konsol game yang baru tidak ada. alhamdulillah, ini tetiba saja ada teman yang secara sukarela nitipin (dan bisa dimaenin) konsol playstation 3 nya ke saya.
dan kebetulan sekali juga, game bawaan di ps3 teman saya ini adalah game favorit saya, PES. PES ini merupakan game sepakbola. dulu sekali di era ps1, game ini pertama kali dikenal dengan nama Winning Eleven (WE). saking terkenalnya game ini, sampai-sampai hacker game indonesia ngemodif game WE ini menjadi WE inul daratista. ya, inul penyanyi dangdut. jadi soundtrack dalam game WE tersebut diganti semua menjadi lagu dangdut. hacker yang lain malah lebih canggih lagi, mereka masukan tim indonesia ke dalam list tim yang ada di WE.
nah, untuk konsol ps3, sekarang game PES yang lagi happening adalah PES 2013. pertama kali saya jajal mainan ini ya di "kosan" teman saya ini. dan saya sukses dibantai habis oleh teman-teman saya yang lain. kontrol dalam PES 13 ini rada-rada asing buat saya. saya belum terbiasa dengan game setting seperti yang ada dalam PES 13. dan berkat gaya bermain yang out of date tersebut lah saya menjadi mangsa empuk lawan main saya.
nah, dengan diparkirnya ps3 teman saya itu di rumah saya, maka saya bisa berlatih secara maksimal teknik-teknik bermain PES 13. saya mulailah pertapaan saya itu dengan menantang komputer. saya pikir, biar sekalian bisa jago, maka lawan saya haruslah dari yang berat. dalam permainan PES 2013, tingkat kesulitannya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu beginner, regular, professional, top player, dan world class. maka saya pilihlah tingkatan lawan saya di tingkat top player, cukup jago, tapi gak "brutal".
untuk tim sparingnya saya pilih lawan real madrid. kenapa real madrid? simple saja, karena yang jadi background di halaman muka game adalah christiano ronaldo, pemain real madrid. dengan dijadikannhya CR7 (julukan si kristanto) jadi background halaman muka, asumsi saya tim real madrid adalah tim yang cukup tangguh. sangat cocok dijadikan lawan sparing.
dan benar saja, ketika saya menghadapi permainan eksebisi melawan real madrid dengan tingkat kesulitan top player, saya mendapatkan perlawanan yang sengit. sulit sekali mencetak gol ke gawang lawan. setiap saya mulai penyerangan, selalu saja berhasil dipotong oleh komputer.(sebutan untuk lawan saya). dan setiap lawan saya memulai penyerangan, mudah sekali mereka melewati pemain bertahan saya. pada awalnya cuma kebobolan satu gol, kemudian dua gol, kemudian tiga, empat, dan lima. yap, saya sukses dikalahkan komputer lima gol tanpa balas.
karena penasaran, saya coba rematch lagi melawan komputer, melawan tim yang sama, dan tingkat kesulitan yang sama. namun, nahasnya, saya terus menerus dikalahkan oleh komputer. saya coba renungkan, dimana salahnya saya. jangan-jangan saya salah memilih tim. akhirnya saya coba satu-satu tim top yang ada, mulai dari MU, City, Arsenal, Munchen, Barca, Juve, sampai PSG. sekali dua kali saya berhasil menang. tapi karena gak yakin, saya ulang lagi pertandingannya, dan kemudian saya kalah, kalah lagi, dan lagi-lagi kalah.
yang namanya permainan itu seharusnya bisa membawa kebahagiaan. lah ini kok main malah stres karena kalah melulu. karena udah stres, akhirnya saya balas dendam tuh ke real madrid dengan nurunin tingkat kesulitannya ke tingkat beginner. di situ saya berhasil membantai real madrid sampai 7-0. hahaha.. tapi loser banget gak sih, beraninya ngelawan anak yang lemah. mending kalo ngelawan yang lemah sambil mempelajari sesuatu yang baru, lah ini gak pake teknik-teknikan. cuma pakai jurus tekan tombol R1 (lari) dan tekan tombol kotak sekotak kotaknya (tendangan lurus).
akhirnya, diiringi dengan keinginan untuk skill baru di game ini, saya keluar dari pertandingan eksebisi dan masuk ke menu training ground. mode training ground ini diperuntukan bagi para gamer yang ingin mempelajari dasar-dasar permainan PES 13 secara lebih kaffah (menyeleruh). menu latihannya bermacam-macam, tapi settingan awalnya memang sudah cukup abjadiah sih. ada menu latihan passing dasar, lambung, one-two, pressing, dan shooting.
nah, latihan di training ground sih susah-susah gampang. awalnya gampang ngelewatin, tapi lama-lama menu latihannya susah dikuasain. bisa jadi kita berhasil sekali nyelesain satu menu latihan. tapi seharusnya kita memvalidasi kembali penguasaan skill kita dengan menjajal lagi menu latihan yang sama. ketika cukup konsisten berhasil berkali-kali di menu yang sama, itu berarti validitas penguasaan kita pada suatu skill cukup tinggi. terus terang, jurus-jurus dan tombol-tombol baru yang saya dapat di ranah training ground cukup banyak dan rumit. ketika kita berhasil di training ground, belon tentu kita berhasil di pertandingan yang sesungguhnya.
diantara banyak jurus dan tombol yang rumit tersebut, saya mengingat beberapa jurus dasar baru yang saya pikir cukup aplikatif. jurus baru yang akan saya coba pertajam di pertandingan sebenarnya tersebut antara lain jurus pressing dan tendangan placing. jurus tersebut akan saya coba embodied kan dan saya buat menjadi gerak reflektif. pada awalnya saya coba jajalkan dalam pertandingan yang tingkat kesulitannya tinggi (top player). namun ternyata di pertandingan yang berat tersebut bukanlah arena yang cocok untuk mempertajam jurus baru. lah, gimana mau jago, gimana mau diasah jurus baru, lawong baru dribbling dikit udah di tackling.
saya ubah strategi saya, saya akhirnya memilih untuk melawan tim-tim dengan tingkat kesulitan reguler. awalnya sulit untuk melakukan jurus pressing dan tendangan placing. tapi saya coba berusaha berulang-ulang melakukannya, meskipun gagal. saya akhirnya iseng-iseng ikut turnamen champion. saya berkomitmen untuk membuat gol hanya dengan tendangan placing. sekali, dua kali, tiga kali, dan akhirnya berkali-kali saya membuat gol-gol dengan tendangan placing.
rasa percaya diri saya yang hancur lebur karena kalah berkali-kali melawan real madrid top player kini tumbuh lagi. tumbuhnya percaya diri itu berasal dari kemenangan-kemenangan kecil yang didapat dengan menerapkan jurus-jurus baru. kemenangan-kemenangan kecil yang membuat saya tak ragu untuk melepaskan tendangan ke gawang. kemenangan-kemenangan kecil yang membuat saya tak ragu untuk memberikan passing breakthrough ke jantung pertahanan lawan. kemenangan-kemenangan kecil yang membuat saya kembali berani untuk menahan dan memberhentikan dribbling maut tim lawan.
singkat kata saya berhasil menjuarai liga champion dengan tingkat kesulitan reguler. sebuah capaian yang sebenarnya biasa-biasa karena lawan-lawan yang dihadapi sebenarnya dalam tingkatan reguler. real madrid, barcelona, fc porto, dan tim tim lain yang saya libas sebenarnya tak lebih dari tim reguler. namun, itu saja sudah cukup karena tim-tim tersebut sebenarnya diniatkan untuk ngedrill jurus-jurus baru yang saya miliki dan untuk menumbuhkan kepercayaan diri saya. dan dengan demikian, langkah berikutnya saya akan mencoba kembali menantang real madrid level top player.
pertandingan melawan real madrid top player pun digelar. kali ini saya cukup senang karena saban diserang oleh ozil, benzema, dan ronaldo, saya berhasil menstop pergerakan mereka. biasanya, sebelum masa drilling pertahanan saya selalu saja ditembus oleh mereka, berkali-kali. namun kali ini beda judul, pertandingan berjalan dengan imbang. skor akhirnya memang bukan berupa kemenangan, hanya skor seri 3-3. namun hasil akhir tersebut saya rasakan bukan merupakan suatu kebetulan. dengan melihat jalannya pertandingan, saya yakin jikapun lain kali main lagi dan kalah, saya akan kalah dengan kebetulan, dan jika saya menang, saya akan menang bukan karena kebetulan
lalu apa hikmahnya dari kisah di atas? bukankah kisah di atas cuma kisah permainan bocah saja? Rasulullah dulu pernah sendalnya putus, tapi kemudian dia beristighfar dan teringat pernah lalai melakukan sesuatu. dari kisah di atas, Rasul mencontohkan bahwa dalam setiap kejadian, kita harus mampu mengambil hikmahnya. dengan dalih ngikutin sunnah Rasul, makanya saya berusaha mengambil hikmah dari, yang saya nilai sebagai, naiknya performa permainan saya.
pertama, hikmah yang bisa saya ambil dari kisah permainan tersebut adalah bahwa jangan pernah berhenti mencoba jika saya ingin sukses. jika dalam percobaan permainan tersebut saya gagal, maka saya harus mau mencobanya lagi, lagi dan lagi. tapi ketika kita lelah, tidak salah jika kita berhenti sejenak. berhenti sejenak untuk menata napas. berhenti sejenak untuk memperbaiki diri. berhenti sejenak untuk menyusun strategi. dan setelah mental kita siap untuk bertarung lagi, maka bertarunglah. never stop to try, dan mundur hanyalah strategi belaka.
hikmah kedua yang bisa diambil adalah bahwa yang namanya latihan itu ada menunya. kalau kita punya target ingin menjadi sesuatu atau berada dalam level kemampuan tertentu maka kita perlu merencanakan proses pendidikan dan pelatihan atau "diklat" untuk diri kita sendiri. proses "diklat" tersebut haruslah memiliki menu latihan yang tepat. ibarat masak, bumbunya kudu tepat, dan cara masaknya juga tepat, barulah makanannya bisa enak. di training ground PES 2013 tersebut saya kebetulan mendapat menu latihan yang tepat dan bermanfaat. nah, dalam hidup juga harus gitu, menu latihan pengembangan kompetensi diri kita haruslah tepat dan bermanfaat.
hikmah ketiga adalah, jangan pernah lupa untuk menguji hasil latihan. untuk menjaga kevalidan dan keberhasilan dari proses "diklat" yang kita jalanin, maka perlulah diukur lewat ujian. ujian gak usah yang susah-susah banget, tapi secara esensi terwakili lah. sama seperti ketika saya lepas latihan di training ground, langsunglah saya jajal jurus baru di pertandingan asli. nah, pertandingan asli yang saya jalani ini emang level lawannya cuma regular, tapi setidaknya komputernya tetap melawan dengan cukup sengit (walau agak katrok). nah, dalam hidup juga gitu. misal nih kita udah baca buku latihan menulis maka perlu tuh kita juga jajal nulis. dan buat menguji kemampuan nulis, kita gak perlu langsung nulis yang berat-berat. kita tulis aja tulisan ringan, yang terkait kehidupan kita sehari-hari. jadi ujian yang kita tempuh gak perlu berat-berat, tapi esensinya sama dengan yang kita pelajari sebelumnya.
nah, demikian sharing pengalaman antara saya dan PES 2013. terus terang, hikmah-hikmah tersebut saya dapatkan secara ujug-ujug, secara "ahaa", secara "eureka" (apa sih). dan saya merasa perlu untuk juga menshare hikmah dari pengalaman saya ini. ingat kawan, setiap dari peristiwa yang kecil sekalipun akan selalu ada hikmahnya. dan bisa saja buat beberapa orang hikmah atas kejadian yang kita alami tuh gak seberapa lah, tapi beberapa orang yang lain akan sangat berarti. kita gak pernah tahu bahwa siapa tahu orang lain jadi tahu gara-gara kita beri tahu.
Salam Tahu!!
Tempat saya latihan nulis. sekaligus tempat saya membagi pengalaman dan pemikiran. monggo di komen..
7 Januari 2013
27 Desember 2012
Diklat Calon Widyaiswara (Telah Berlalu)
"you may forget what you learn here.. but the impression.. you may never forget it.."
- some english man toward Mr. Maliki -
Tepat 5 hari yang lalu, berakhir sudah diklat calon widyaiswara di kantorku. Diklat yang berlangsung selama lebih dari sebulan ini diakhiri dengan sesi seleksi mengajar yang di evaluasi oleh pejabat eselon 2 dari LAN. Dua hari sebelumnya, para peserta diklat telah berhasil melewati tahapan micro teaching yang dievaluasi oleh widyaiswara yang juga berasal dari instansi yang sama.
Tahapan evaluasi dan sesi micro teaching itu hanyalah ujung dari sebuah proses pembelajaran yang cukup intensif dan panjang. Diklat dilangsungkan dari hari senin sampai sabtu. Berjalannya diklat di hari sabtu ini berimplikasi pada intensitas pertemuan keluarga yang menurun. Kelelahan fisik dikalikan kelelahan batin membuat diklat ini dilalui dengan tidak mudah.
Meskipun kesannya sangat melelahkan, tapi banyak hal positif yang saya dan teman-teman dapatkan. Minimal, kami semua jadi saling mengenal satu sama lain. "Dikandangkan" bersama-sama selama sebulan lebih membuat kami mau tidak mau menampakkan sifat asli kami satu sama lain. Gak ada jaim-jaiman satu sama lain.
Selain hikmah saling mengenal, kami sekelas juga akhirnya bisa semakin paham akan pekerjaan di bidang kewidyaiswaraan. Saya pribadi menjadi lebih paham tentang profesi widyaiswara setelah melihat sendiri beragam macam widyaiswara yang mengajar kami. Tiap-tiap widyaiswara yang mengajar kami punya cirinya sendiri-sendiri, punya gaya mengajarnya sendiri-sendiri. Semua yang ditampakan, yang diajarkan, yang diucapkan, dan yang diperagakan oleh para widyaiswara pengajar kami adalah contoh yang baik. Contoh yang baik untuk ditiru, ataupun untuk tidak ditiru.
Untuk hal-hal yang tidak perlu ditiru, cukuplah saya resapi saja dalam hati ini. Tak perlu lah kekurangan orang yang belum cukup saya kenal lebih dalam kemudian saya kupas di blog ini. Cukuplah kelebihan-kelebihan mereka yang kita bahas dan kemudian kita ikuti.
Let's start with Bu Netty. Bu Netty ini adalah seorang dosen dari UNJ. Dia sudah menyelesaikan studi S3nya. Hal yang bisa diambil pelajaran dari beliau adalah bahwa kita jangan sampai menyerah dalam hal mencapai pendidikan yang lebih tinggi lagi. Jika kita sudah punya keinginan untuk belajar lagi, pasti disediakan jalan oleh-Nya.
Pengajar kedua kami adalah Bu Evita, juga dari UNJ. Sederhana saja, saya belajar tentang andragogi dengan gaya pengajaran andragogi. Mungkin banyak pengajar di luar sana yang mengaku mengajar dengan gaya pengajaran orang dewasa (andragogi) tapi nyatanya mengajar dengan gaya pengajaran kepada anak-anak. Bu Evita ini, bahasa kerennya, sejalan antara perkataan dengan perbuatan. Bravo..
Kemudian kami sekelas sempat diajar oleh Bu Michiko. Awalnya saya pikir beliau keturunan Jepang, eh tau-taunya orang Manado. Bu Michiko ini di UNJ memiliki kekhususan di bidang konseling Dari beliau saya mendapatkan gambaran bahwa sesungguhnya seorang pengajar perlu juga memiliki kemampuan konseling.
Pengajar di diklat calon widyaiswara kami sungguh hebat, termasuk evaluator dan penyeleksi kami. Banyak contoh-contoh baik ditampakkan oleh mereka. Contoh yang baik untuk ditiru maupun contoh yang baik untuk tidak ditiru. Saya pribadi merasa sangat beruntung mengikuti diklat ini. Berbekal ilmu yang saya dapatkan dari diklat ini, saya harap saya bisa menjadi pengajar ataupun fasilitator yang hebat untuk negeri ini. amiin..
Sumbangan Perpustakaan Nasional Korea Selatan
Perpustakaan nasional medan merdeka memiliki sebuah ruangan yang berisi buku-buku berbahasa Korea. Dari sebuah papan kecil di pinggir ruangan tersebut, diketahui bahwa ruangan tersebut (dan isinya) ada berkat kerjasama dengan perpustakaan nasional Korea (Selatan). Ruangan tersebut ditujukan agar orang Indonesia lebih mengenal kebudayaan Korea dengan baik.
Sebenarnya tanpa perlu repot-repot nyumbang buku-buku Korea dan bikin ruangan di Perpusnas sekalipun, pihak Korea sudah cukup dikenal di Indonesia. Tapi ya itu, kenalnya dari artis-artis K-Pop macam Super Junior, SNSD, de el el. Tentu mengenal Korea lewat artis-artisnya yang gemerlap tersebut akan membuat bias tersendiri. Yang paling pasti sih bisa jadi dikiranya orang Korea tuh idungnya mancung-mancung, yang cewek semok, yang cowok tinggi-tinggi poll. Padahal mah orang Korea gak gitu-gitu amat.. hehe..
Saya pribadi pertama kali mengenal Korea ketika SD. Saya tahu ada negara yang bernama Korea dari Buku Pintar. Saya dituntut untuk tahu. Kenapa harus tahu? Karena permainan yang sering dimainkan ketika SD adalah mainan "Pancasila lima dasar". Dalam permainan ini kita harus menebak sebuah negara atau benda atau artis atau apapun yang disepakati di awal yang huruf depannya didapat dari hasil gambreng. Dengan sering-sering baca Buku Pintar (atau RPUL), kesempatan buat menang di permainan ini akan besar. Dan berkat didorong oleh motif ini lah saya akhirnya bisa mengenal Korea.
Berikutnya saya mengenal Korea dari Tae Kwon Do. Waktu SD kelas 5 saya mulai ikut les Tae Kwon Do. Sabam saya (guru) bilang bahwa olahraga Tae Kwon Do ini merupakan seni beladiri asli Korea. Dan di setiap baju Tae Kwon Do pasti terdapat satu bendera Korea. Dan menurut saya, bendera Korea itu keren.
Kembali ke topik ruangan hasil kerjasama dengan perpustakaan nasional Korea tadi . Di ruangan tersebut saya mendapati hampir semua bukunya ditulis dalam bahasa Korea. Awalnya saya pikir percuma saja. Tapi setelah ngubek-ngubek lebih dalam ketemu dah satu buku berbahasa Indonesia yang mengenalkan tentang negeri Korea.
Dari buku tersebut, saya mendapatkan sejumlah gambaran tentang Korea (Selatan). Negeri Korea ini katanya sudah berdiri sejak ribuan tahun sebelum masehi. Korea memiliki sejumlah artefak yang berasal dari masa prasejarah Korea. Dulu sekali, tipikal masyarakatnya egaliter, namun struktur masyarakatnya belum terbentuk. Setelah mulai masuk zaman sejarah, diketahui bahwa di Korea sudah mengenal kelas-kelas masyarakat. Ketika itu agama Budha sudah masuk ke Korea.
Budha adalah agama mayoritas di Korea. Walaupun orang yang aktif beragama hanya setengah dari penduduk Korea, namun yang mewarnai kehidupan mayoritas warga adalah agama Budha. Setelah Budha, agama yang banyak dianut oleh warga Korea adalah Katolik. Selain itu ada sejumlah kepercayaan atau sekte agama yang lain. Untuk Islam sendiri (agama yang saya anut) diketahui juga telah cukup menyebar di semenanjung Korea.
Struktur demografi di Korea saya nilai cukup unik. Pada tahun 2007, struktur demografinya berbentuk seperti lonceng. kecil di usia orang tua, sangat besar di usia dewasa (35 tahunan) dan mengecil di usia balita dan anak-anak. Dari struktur tersebut bisa diramalkan bahwa sekitar 20 tahun lagi dari 2012 ini, jumlah penduduk di usia non produktif akan membengkak. Pasalnya, angka harapan hidup di Korea ini cukup tinggi. Untuk lelaki, angka harapan hidupnya mencapai 70-an tahun, dan wanita mencapai 80-an tahun. Masalah penduduk senior ini bisa jadi potensi masalah sendiri jika tidak disiapkan dari sekarang.
Banyak yang bisa dipelajari dari Negeri Ginseng tersebut. Indonesia bisa belajar tentang bagaimana suatu industri dalam negeri bisa berkembang sedemikian rupa. Samsung, Hyundai, LG, adalah sedikit contoh tentang perusahaan asli Korea yang berhasil merambah pasar dunia di segmennya masing-masing.
Saya pribadi ingin belajar tentang kisah kepemimpinan di Korea. Walaupun negeri tersebut tampak damai-damai saja, namun diketahui bahwa Korea pernah mengalami masa kerajaan-kerajaan. Di ketahui bahwa di sana pernah muncul tiga kerjaan kuat sekaligus di satu masa. Tiga kerjaan tersebut saling bersaing memperluas pengaruhnya. Masa peperanganpun tidak terhindarkan. Dan tentu saja justru di masa-masa sulit itulah biasanya muncul para pemimpin yang hebat. Kisah tentang pemimpin-pemimpin di Korea ini lah yang menurut saya menarik untuk dicari tahu dan dikaji.
Petualangan saya tentang Korea baru saja dimulai. Semoga suatu saat nanti saya kesampaian untuk menjejakan kaki di negeri tersebut. Amiin..
Sebenarnya tanpa perlu repot-repot nyumbang buku-buku Korea dan bikin ruangan di Perpusnas sekalipun, pihak Korea sudah cukup dikenal di Indonesia. Tapi ya itu, kenalnya dari artis-artis K-Pop macam Super Junior, SNSD, de el el. Tentu mengenal Korea lewat artis-artisnya yang gemerlap tersebut akan membuat bias tersendiri. Yang paling pasti sih bisa jadi dikiranya orang Korea tuh idungnya mancung-mancung, yang cewek semok, yang cowok tinggi-tinggi poll. Padahal mah orang Korea gak gitu-gitu amat.. hehe..
Saya pribadi pertama kali mengenal Korea ketika SD. Saya tahu ada negara yang bernama Korea dari Buku Pintar. Saya dituntut untuk tahu. Kenapa harus tahu? Karena permainan yang sering dimainkan ketika SD adalah mainan "Pancasila lima dasar". Dalam permainan ini kita harus menebak sebuah negara atau benda atau artis atau apapun yang disepakati di awal yang huruf depannya didapat dari hasil gambreng. Dengan sering-sering baca Buku Pintar (atau RPUL), kesempatan buat menang di permainan ini akan besar. Dan berkat didorong oleh motif ini lah saya akhirnya bisa mengenal Korea.
Berikutnya saya mengenal Korea dari Tae Kwon Do. Waktu SD kelas 5 saya mulai ikut les Tae Kwon Do. Sabam saya (guru) bilang bahwa olahraga Tae Kwon Do ini merupakan seni beladiri asli Korea. Dan di setiap baju Tae Kwon Do pasti terdapat satu bendera Korea. Dan menurut saya, bendera Korea itu keren.
Kembali ke topik ruangan hasil kerjasama dengan perpustakaan nasional Korea tadi . Di ruangan tersebut saya mendapati hampir semua bukunya ditulis dalam bahasa Korea. Awalnya saya pikir percuma saja. Tapi setelah ngubek-ngubek lebih dalam ketemu dah satu buku berbahasa Indonesia yang mengenalkan tentang negeri Korea.
Dari buku tersebut, saya mendapatkan sejumlah gambaran tentang Korea (Selatan). Negeri Korea ini katanya sudah berdiri sejak ribuan tahun sebelum masehi. Korea memiliki sejumlah artefak yang berasal dari masa prasejarah Korea. Dulu sekali, tipikal masyarakatnya egaliter, namun struktur masyarakatnya belum terbentuk. Setelah mulai masuk zaman sejarah, diketahui bahwa di Korea sudah mengenal kelas-kelas masyarakat. Ketika itu agama Budha sudah masuk ke Korea.
Budha adalah agama mayoritas di Korea. Walaupun orang yang aktif beragama hanya setengah dari penduduk Korea, namun yang mewarnai kehidupan mayoritas warga adalah agama Budha. Setelah Budha, agama yang banyak dianut oleh warga Korea adalah Katolik. Selain itu ada sejumlah kepercayaan atau sekte agama yang lain. Untuk Islam sendiri (agama yang saya anut) diketahui juga telah cukup menyebar di semenanjung Korea.
Struktur demografi di Korea saya nilai cukup unik. Pada tahun 2007, struktur demografinya berbentuk seperti lonceng. kecil di usia orang tua, sangat besar di usia dewasa (35 tahunan) dan mengecil di usia balita dan anak-anak. Dari struktur tersebut bisa diramalkan bahwa sekitar 20 tahun lagi dari 2012 ini, jumlah penduduk di usia non produktif akan membengkak. Pasalnya, angka harapan hidup di Korea ini cukup tinggi. Untuk lelaki, angka harapan hidupnya mencapai 70-an tahun, dan wanita mencapai 80-an tahun. Masalah penduduk senior ini bisa jadi potensi masalah sendiri jika tidak disiapkan dari sekarang.
Banyak yang bisa dipelajari dari Negeri Ginseng tersebut. Indonesia bisa belajar tentang bagaimana suatu industri dalam negeri bisa berkembang sedemikian rupa. Samsung, Hyundai, LG, adalah sedikit contoh tentang perusahaan asli Korea yang berhasil merambah pasar dunia di segmennya masing-masing.
Saya pribadi ingin belajar tentang kisah kepemimpinan di Korea. Walaupun negeri tersebut tampak damai-damai saja, namun diketahui bahwa Korea pernah mengalami masa kerajaan-kerajaan. Di ketahui bahwa di sana pernah muncul tiga kerjaan kuat sekaligus di satu masa. Tiga kerjaan tersebut saling bersaing memperluas pengaruhnya. Masa peperanganpun tidak terhindarkan. Dan tentu saja justru di masa-masa sulit itulah biasanya muncul para pemimpin yang hebat. Kisah tentang pemimpin-pemimpin di Korea ini lah yang menurut saya menarik untuk dicari tahu dan dikaji.
Petualangan saya tentang Korea baru saja dimulai. Semoga suatu saat nanti saya kesampaian untuk menjejakan kaki di negeri tersebut. Amiin..
![]() |
| inilah arti dari garis-garis di bendera korea selatan.. mirip-mirip kisah avatar aang |
12 Desember 2012
Gak Jadi Kiamat
Menurut sejumlah kabar yang beredar di internet berbulan-bulan lalu, katanya hari ini adalah hari terjadinya kiamat. reasoning terjadinya kiamat adalah karena hari ini merupakan hari terakhir pada satuan era di penanggalan suku Maya. selain karena alasan penanggalan suku Maya, ada sejumlah teori lain tentang kiamat ini.
National Geographic Channel (NGC) sendiri menanggapi dengan cukup serius isu yang beredar ini. NGC mengeluarkan sebuah acara yang berjudul Doomsday Preperation. acara NGC tersebut berkisah tentang orang-orang di Amiriki sana yang sudah bersiap-siap menghadapi bencana besar, so called "kiamat".
Tapi yang menarik adalah adanya berita konfirmasi dari suku Maya bahwa anggapan kiamat akan terjadi pada 12 desember 2012 itu salah kaprah. Suku Maya menyatakan bahwa tanggal 12 desember tersebut hanyalah akhir satu era dan awal untuk era lain. Jadi tidak ada tuh yang namanya bumi berakhir masanya pada tanggal 12 desember 2012.
Faktanya, hari ini tanggal 12 desember 2012, memang tidak terjadi kiamat besar. kalau kiamat kecil (kematian) orang perorang ya mungkin-mungkin saja terjadi. tapi untuk kiamat besar ternyata cuma isapan jempol belaka. pagi ini saya toh masih bisa bobok-bobok sampe kesiangan. pagi ini saya masih sempet makan roti celup teh. pagi ini saya masih sempet main pe-es lawan pak suiy dan satya.
ya, hari ini belon kiamat, tapi mungkin besok bakalan begono..
National Geographic Channel (NGC) sendiri menanggapi dengan cukup serius isu yang beredar ini. NGC mengeluarkan sebuah acara yang berjudul Doomsday Preperation. acara NGC tersebut berkisah tentang orang-orang di Amiriki sana yang sudah bersiap-siap menghadapi bencana besar, so called "kiamat".
Tapi yang menarik adalah adanya berita konfirmasi dari suku Maya bahwa anggapan kiamat akan terjadi pada 12 desember 2012 itu salah kaprah. Suku Maya menyatakan bahwa tanggal 12 desember tersebut hanyalah akhir satu era dan awal untuk era lain. Jadi tidak ada tuh yang namanya bumi berakhir masanya pada tanggal 12 desember 2012.
Faktanya, hari ini tanggal 12 desember 2012, memang tidak terjadi kiamat besar. kalau kiamat kecil (kematian) orang perorang ya mungkin-mungkin saja terjadi. tapi untuk kiamat besar ternyata cuma isapan jempol belaka. pagi ini saya toh masih bisa bobok-bobok sampe kesiangan. pagi ini saya masih sempet makan roti celup teh. pagi ini saya masih sempet main pe-es lawan pak suiy dan satya.
ya, hari ini belon kiamat, tapi mungkin besok bakalan begono..
11 Desember 2012
Sakit Dikit Waktu Diklat
hari ini adalah hari selasa tanggal 11 desember 2012. tak terasa sudah tiga minggu lebih kami menjalankan diklat. dalam seminggu dipakai enam hari untuk kegiatan pembelajaran. otomatis waktu bertemu keluarga bagi para peserta diklat terhitung minim.
pada diri saya pribadi, kadang mucul rasa bosan. bosan karena kepinginnya sih waktu buat istirahatnya ditambah sehari. tapi sebenarnya yang paling bahaya bukanlah rasa bosan itu sendiri, tapi kondisi badan.
kondisi badan saya pribadi relatif ngedrop dibandingkan hari pertama diklat. demam dikit, batuk dikit, berdahak dikit, pilek dikit meyerang ketahanan tubuh saya. berbekal obat-obatan yang disiapkan istri, saya hadapi penyakit yang dikit-dikit tersebut
saya harap, saya berhasil menjaga kondisi tubuh sampai diklat ini selesai. saya harap, saya dan teman-teman yang lain bisa melewati diklat ini dan lulus semua.. amiin..
pada diri saya pribadi, kadang mucul rasa bosan. bosan karena kepinginnya sih waktu buat istirahatnya ditambah sehari. tapi sebenarnya yang paling bahaya bukanlah rasa bosan itu sendiri, tapi kondisi badan.
kondisi badan saya pribadi relatif ngedrop dibandingkan hari pertama diklat. demam dikit, batuk dikit, berdahak dikit, pilek dikit meyerang ketahanan tubuh saya. berbekal obat-obatan yang disiapkan istri, saya hadapi penyakit yang dikit-dikit tersebut
saya harap, saya berhasil menjaga kondisi tubuh sampai diklat ini selesai. saya harap, saya dan teman-teman yang lain bisa melewati diklat ini dan lulus semua.. amiin..
7 Desember 2012
Kejadian Sederhana Mengubah Yang Biasanya
suatu benda yang mengalami pergerakan dengan cepat biasanya memerlukan daya yang sangat besar. untuk meningkatkan daya gerak tersebut, suatu benda membentuhkan momentum. momentum inilah yang kemudian mengkuadratkan kekuatan gerak dari suatu benda.
begitu pula dalam hidup. ketika kita ingin berubah, kita biasanya membutuhkan suatu tekad yang benar-benar kuat. tekad ini akan semakin kuat jika diiringi dengan perencanaan yang matang serta langkah-langkah yang jelas.
tapi dalam setiap hukum alam, selalu ada eksepsi, ada anomali. air mengalami anomalinya ketika berada dalam suhu minus 4 derajat celcius. tak cuma hukum alam, hukum hidup juga punya beberapa pengecualian, termasuk yang terkait dengan perubahan. terkadang perubahan tidak memerlukan daya yang begitu besar, ataupun momentum yang besar. suatu kejadian kecil yang terjadi ternyata bisa menghasilkan perubahan yang besar pada hidup kita.
Merokok adalah suatu hobi yang cukup adiktif. sesuatu yang adiktif, akan sulit untuk dihilangkan. oleh karena merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, maka seharusnya para perokok yang sadar kesehatan akan menghentikan hobinya tersebut. namun karena sifatnya yang adiktif, kebiasaan merokok sangat sulit dihilangkan.
sejumlah orang berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan merokok, dan banyak diantara mereka yang gagal. namun ada sedikit orang yang karena dipicu oleh kejadian kecil, maka kebiasaan merokoknya hilang sama sekali.
paklik (paman) saya termasuk orang yang bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya karena kejadian yang sederhana. alkisah, paklik saya yang perokok kelas light heavyweight. hobi ngerokoknya sudah dimulai dari dia remaja. setelah memiliki beberapa anak, tiba-tiba saja dia membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa merokok itu membahayakan kesehatannya. sesaat setelah membaca artikel tersebut, tiap batang rokok langsung terasa asam di mulutnya.
saya pribadi merasa beberapa kebiasaan saya terbentuk karena kejadian yang biasa-biasa saja. contoh sederhana adalah memberikan tempat duduk kepada ibu-ibu atau orang tua di kereta. sebenarnya sedari saya mulai berkereta secara rutin, saya cukup sering memberikan tempat duduk saya kepada ibu-ibu maupun orang tua. namun waktu itu, kebiasaan saya belum lah menajdi reflect. saya masih pilih-pilih ketika memberikan tempat duduk saya.
sampai suatu saat, saya berangkat kuliah ke depok bersama kakak saya. profil kakak saya kira-kira macam jilbaber galak gitu lah. bersama kakak saya, kami berdua naik kereta dari stasiun manggarai. keunggulan naik dari stasiun manggarai adalah para penumpang mendapatkan probabilitas untuk duduk secara lebih tinggi.
hipotesis diterima, kami berdua dapat tempat duduk. setelah kereta jalan, saya langsung membuka koran yang sempat saya beli di depan stasiun. baca koran di kereta sambil duduk menuju kampus sungguh merupakan kenikmatan tersendiri, sebuah "cara elegan untuk memulai pagi".
tapi memang sudah menjadi sunnatullah, bahwa ketika kereta sudah sampai tebet, maka gerbong sekonyong-konyong menjadi penuh. kenikmatan "cara elegan untuk memulai pagi" itupun sirna. di depan saya dan kakak saya, berderet para mahasiswi maupun ibu-ibu yang memiliki tujuan ke arah pasar minggu, depok, citayam, bojong, maupun bogor.
karena memang masih gak "ngeh" kalau saya mulai dikerubungi wanita-wanita, maka saya masih asik dengan berita-berita yang ada di dalam koran. secara ujug-ujug, sebuah sikutan melayang ke lengan saya. sikutan maut kakak saya yang tertahan oleh tebal otot lengan saya. meskupun sikutan tersebut tidak sakit, tapi cukup untuk membuat saya tersadar.
saya tatap mata kakak saya. dari situ bisa saya tafsirkan bahwa kakak saya minta saya menyerahkan tepat duduk saya kepada mbak-mbak yang beridiri di depan saya. sayapun berdiri sebagaimana diinstruksikan mata itu.
sikutan dan lirikan mata itu memang samar-samar saya ingat, tapi impresi dari kejadian itu selalu saya ingat. sikutan dan lirikan tersebut memang tidak seberapa dan bukan kejadian yang wah-wah banget. tapi kejadian sederhana tersebut mampu merubah habit saya dalam berkereta sampai saat ini.
sebuah kejadian sederhana, bisa jadi bukan apa-apa bagi diri kita. tapi kadang dari kejadian-kejadian sederhana tersebutlah, hidup seseorang bisa berubah. contoh yang saya ceritakan di artikel ini memang gak seberapa. tapi rasa-rasanya sih teman-teman punya pengalaman tersendiri perihal kejadian sederhana dan perubahan dalam hidup teman-teman sekalian..
this is my story.. what about yours?
salam salim!!
begitu pula dalam hidup. ketika kita ingin berubah, kita biasanya membutuhkan suatu tekad yang benar-benar kuat. tekad ini akan semakin kuat jika diiringi dengan perencanaan yang matang serta langkah-langkah yang jelas.
tapi dalam setiap hukum alam, selalu ada eksepsi, ada anomali. air mengalami anomalinya ketika berada dalam suhu minus 4 derajat celcius. tak cuma hukum alam, hukum hidup juga punya beberapa pengecualian, termasuk yang terkait dengan perubahan. terkadang perubahan tidak memerlukan daya yang begitu besar, ataupun momentum yang besar. suatu kejadian kecil yang terjadi ternyata bisa menghasilkan perubahan yang besar pada hidup kita.
Merokok adalah suatu hobi yang cukup adiktif. sesuatu yang adiktif, akan sulit untuk dihilangkan. oleh karena merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, maka seharusnya para perokok yang sadar kesehatan akan menghentikan hobinya tersebut. namun karena sifatnya yang adiktif, kebiasaan merokok sangat sulit dihilangkan.
sejumlah orang berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan merokok, dan banyak diantara mereka yang gagal. namun ada sedikit orang yang karena dipicu oleh kejadian kecil, maka kebiasaan merokoknya hilang sama sekali.
paklik (paman) saya termasuk orang yang bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya karena kejadian yang sederhana. alkisah, paklik saya yang perokok kelas light heavyweight. hobi ngerokoknya sudah dimulai dari dia remaja. setelah memiliki beberapa anak, tiba-tiba saja dia membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa merokok itu membahayakan kesehatannya. sesaat setelah membaca artikel tersebut, tiap batang rokok langsung terasa asam di mulutnya.
saya pribadi merasa beberapa kebiasaan saya terbentuk karena kejadian yang biasa-biasa saja. contoh sederhana adalah memberikan tempat duduk kepada ibu-ibu atau orang tua di kereta. sebenarnya sedari saya mulai berkereta secara rutin, saya cukup sering memberikan tempat duduk saya kepada ibu-ibu maupun orang tua. namun waktu itu, kebiasaan saya belum lah menajdi reflect. saya masih pilih-pilih ketika memberikan tempat duduk saya.
sampai suatu saat, saya berangkat kuliah ke depok bersama kakak saya. profil kakak saya kira-kira macam jilbaber galak gitu lah. bersama kakak saya, kami berdua naik kereta dari stasiun manggarai. keunggulan naik dari stasiun manggarai adalah para penumpang mendapatkan probabilitas untuk duduk secara lebih tinggi.
hipotesis diterima, kami berdua dapat tempat duduk. setelah kereta jalan, saya langsung membuka koran yang sempat saya beli di depan stasiun. baca koran di kereta sambil duduk menuju kampus sungguh merupakan kenikmatan tersendiri, sebuah "cara elegan untuk memulai pagi".
tapi memang sudah menjadi sunnatullah, bahwa ketika kereta sudah sampai tebet, maka gerbong sekonyong-konyong menjadi penuh. kenikmatan "cara elegan untuk memulai pagi" itupun sirna. di depan saya dan kakak saya, berderet para mahasiswi maupun ibu-ibu yang memiliki tujuan ke arah pasar minggu, depok, citayam, bojong, maupun bogor.
karena memang masih gak "ngeh" kalau saya mulai dikerubungi wanita-wanita, maka saya masih asik dengan berita-berita yang ada di dalam koran. secara ujug-ujug, sebuah sikutan melayang ke lengan saya. sikutan maut kakak saya yang tertahan oleh tebal otot lengan saya. meskupun sikutan tersebut tidak sakit, tapi cukup untuk membuat saya tersadar.
saya tatap mata kakak saya. dari situ bisa saya tafsirkan bahwa kakak saya minta saya menyerahkan tepat duduk saya kepada mbak-mbak yang beridiri di depan saya. sayapun berdiri sebagaimana diinstruksikan mata itu.
sikutan dan lirikan mata itu memang samar-samar saya ingat, tapi impresi dari kejadian itu selalu saya ingat. sikutan dan lirikan tersebut memang tidak seberapa dan bukan kejadian yang wah-wah banget. tapi kejadian sederhana tersebut mampu merubah habit saya dalam berkereta sampai saat ini.
sebuah kejadian sederhana, bisa jadi bukan apa-apa bagi diri kita. tapi kadang dari kejadian-kejadian sederhana tersebutlah, hidup seseorang bisa berubah. contoh yang saya ceritakan di artikel ini memang gak seberapa. tapi rasa-rasanya sih teman-teman punya pengalaman tersendiri perihal kejadian sederhana dan perubahan dalam hidup teman-teman sekalian..
this is my story.. what about yours?
salam salim!!
5 Desember 2012
Komponen Perjalanan yang Seru
Terkadang yang membuat perjalanan kita menjadi menarik bukanlah masalah perjalanan "kemana", tapi malah yang membuatnya menjadi menarik adalah perjalanan "dengan siapa". semakin dahsyat hasilnya jika komponen "kemana" dan "dengan siapa" berada dalam komposisi yang tepat. jika demikian adanya, maka perjalanan kita bisa menjadi perjalanan yang tidak terlupakan dan selalu menjadi kenangan. pasti menjadi kenangan. entah itu kenangan buruk atau kenangan baik.
saya pernah mendapat cerita dari teman saya yang sangat falimiar dengan perjalanan ke Bali. Bali sebagai kota wisata dunia, menyimpan daya tarik yang sangat besar bagi turis lokal maupun asing. tapi meskipun demikian, Bali akan semakin terlihat biasa-biasa saja jika kita terhabituasi dengan perjalanan itu sendiri. dan hal itu terjadi dengan teman saya.
namun ternyata, pergi ke Bali menjadi sangat berkesan bagi dirinya ketika itu dilakukan dengan teman teman satu senatnya. pada sesi malam yang cukup bebas, dia dan teman-temannya dikompori oleh sang ketua senatnya untuk jalan-jalan dalam arti konotatif maupun denotatif. sang ketua senat yang ahli debat dan ahli mempengaruhi orang ini berhasil meyakinkan teman-temannya ini agar mau pergi ke wilayah Garuda Kencana Wisnu (GWK).
kejadian tepatnya saya terus terang agak lupa. namun yang pasti hasilnya sangat fenomenal, satu grup itu berjalan kaki total lebih dari 3 jam untuk GWK yang masih kosong melopong. seluruh peserta "jalan-jalan" waktu itu sangat terkesan dengan perjalanan mereka, termasuk siapapun yang mengaku sering ke Bali waktu liburan. sangat terkesan karena meskipun sangat melelahkan, tapi mereka berhasil mengalahkan rekor mereka sendiri dalam hal jalan kaki di tempat wisata seterkenal Bali.
buat saya pribadi, faktor "kemana" dan "dengan siapa" juga sangat berpengaruh dalam menarik tidaknya sebuah perjalanan. minggu malam, memutuskan untuk jalan-jalan ke mall dekat wisma saya menginap. sesampainya di amll, saya memutuskan untuk melepas penat dengan bermain game basket di sebuah arena bermain.disitu saya berhasil mengalahkan rekor skor diri saya sendiri.
Setelah beberapa saat bermain, ronde demi ronde, saya merasa ada yang kurang. ya, lawan main game basket saya tidak ada di samping saya. biasanya lawan saya ini berhasil mengalahkan saya terus menerus dalam hal perolehan skor. aneh, karena badannya terhitung kurus dan seharusnya saya lah yang memenangi pertarungan skor dengannya, tapi ya nyatanya hasilnya skor dia selalu lebih tinggi dari saya.
ya, permainan yang sangat seru tersebut seketika menjadi hening dan sepi ketika saya melihat kesamping.. dan di sana tidak ada istri saya. perjalanan dengan istri saya memang terhitung, jika dilihat dari faktor "kemana" masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. tapi dengan adanya dia, mantaplah terisi skor dari faktor "dengan siapa". ibarat kata nih, Pusat Grosir Cililitan terasa Mall Of Indonesia lah.
itu pengalaman dan teori saya, bagaimana dengan kamu?
saya pernah mendapat cerita dari teman saya yang sangat falimiar dengan perjalanan ke Bali. Bali sebagai kota wisata dunia, menyimpan daya tarik yang sangat besar bagi turis lokal maupun asing. tapi meskipun demikian, Bali akan semakin terlihat biasa-biasa saja jika kita terhabituasi dengan perjalanan itu sendiri. dan hal itu terjadi dengan teman saya.
namun ternyata, pergi ke Bali menjadi sangat berkesan bagi dirinya ketika itu dilakukan dengan teman teman satu senatnya. pada sesi malam yang cukup bebas, dia dan teman-temannya dikompori oleh sang ketua senatnya untuk jalan-jalan dalam arti konotatif maupun denotatif. sang ketua senat yang ahli debat dan ahli mempengaruhi orang ini berhasil meyakinkan teman-temannya ini agar mau pergi ke wilayah Garuda Kencana Wisnu (GWK).
kejadian tepatnya saya terus terang agak lupa. namun yang pasti hasilnya sangat fenomenal, satu grup itu berjalan kaki total lebih dari 3 jam untuk GWK yang masih kosong melopong. seluruh peserta "jalan-jalan" waktu itu sangat terkesan dengan perjalanan mereka, termasuk siapapun yang mengaku sering ke Bali waktu liburan. sangat terkesan karena meskipun sangat melelahkan, tapi mereka berhasil mengalahkan rekor mereka sendiri dalam hal jalan kaki di tempat wisata seterkenal Bali.
buat saya pribadi, faktor "kemana" dan "dengan siapa" juga sangat berpengaruh dalam menarik tidaknya sebuah perjalanan. minggu malam, memutuskan untuk jalan-jalan ke mall dekat wisma saya menginap. sesampainya di amll, saya memutuskan untuk melepas penat dengan bermain game basket di sebuah arena bermain.disitu saya berhasil mengalahkan rekor skor diri saya sendiri.
Setelah beberapa saat bermain, ronde demi ronde, saya merasa ada yang kurang. ya, lawan main game basket saya tidak ada di samping saya. biasanya lawan saya ini berhasil mengalahkan saya terus menerus dalam hal perolehan skor. aneh, karena badannya terhitung kurus dan seharusnya saya lah yang memenangi pertarungan skor dengannya, tapi ya nyatanya hasilnya skor dia selalu lebih tinggi dari saya.
ya, permainan yang sangat seru tersebut seketika menjadi hening dan sepi ketika saya melihat kesamping.. dan di sana tidak ada istri saya. perjalanan dengan istri saya memang terhitung, jika dilihat dari faktor "kemana" masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. tapi dengan adanya dia, mantaplah terisi skor dari faktor "dengan siapa". ibarat kata nih, Pusat Grosir Cililitan terasa Mall Of Indonesia lah.
itu pengalaman dan teori saya, bagaimana dengan kamu?
Langganan:
Postingan (Atom)
