14 Maret 2012

Merasakan Langsung Diskon Umurnya D'Cost


alkisah pada suatu hari di tahun lalu saya dan istri termotivasi untuk mencoba promo diskon umur nya d'cost. saya mendengar promo diskon umur ini di sebuah acara kuliner yang kebetulan lagi ngereviu restoran d'cost. dengan semangat '45 saya dan istri mendatangi restoran d'cost di pgc, yang kebetulan waktu itu masih cabang baru.

setelah puas makan ini itu, kecewalah kami ketika mengetahui di cabang pgc gak ada diskon umur. "kami gak ada promo apa-apa pak" ujar salah satu pegawai d'cost pgc. pada awalnya saya merasa tertipu iklan. tapi setelah direnungkan, bisa jadi saya yang salah. bisa jadi ada promo, hanya saja tempatnya bukan di pgc, atau waktunya bukan saat itu. yasudahlah, toh makanannya enak, saya juga puas bisa pacaran ama istri.

ahad tanggal 11 maret 2012, saya tiba-tiba mendapat ilham untuk makan di d'cost. karena kondisi keuangan lagi gak bagus, maka saya berstrategi agar bisa dapat makan gratis di d'cost. strateginya sederhana, ngajak makan orang tua dengan judul "makan bersama di luar". kalau makan bareng ibu bapak maka ada kemungkinan 50% dibayarin mereka, worth to try lah..

"beh, makan di luar yuk" (berdalih). "udah makan". "ayolah beh, makan di d'cost yuk" (mulai to the point). "dibilangin udah makan, udah kenyang". "beh, gak ada duit nih. mentahnye aje deh. ntar aye ke d'cost sendiri deh" (buka kartu). "bilang kek dari tadi. baru tengah bulan juga udah cekak. nih".

berbekal sedekah dari orang tua, saya mengajak istri untuk makan di d'cost rawamangun. selepas makan, mata saya tiba-tiba tertuju ke poster promo diskon usia. sehabis membayar, saya coba pastikan ke pegawai d'cost tentang kevalidan poster tersebut. "benar pak. untuk promo diskon usia berlaku di d'cost rawamangun ini selama bulan maret di hari selasa. syaratnya membawa ktp asli. satu ktp berlaku untuk 10 orang".

setelah mendengar penjelasan tersebut, saya ber-azzam untuk mencoba promo tersebut di hari selasa tanggal 13 maret 2012. di rumah saya mulai mensurvey siapa siapa saja yang bisa saya ajak ke d'cost pada hari selasa agar mendapat diskon yang pantas. kalau saya ajak babeh saya, saya mendapat diskon 60%-an, bu caroko 60%-an, mbak item 50%-an. namun pilihan akhirnya jatuh ke emak saya, yang berusia 50 tahunan.

bada maghrib, saya, istri, dan ibu saya (plus umar) langsung meluncur ke d'cost rawamangun. betapa kagetnya kami ketika dari kejauhan sudah terlihat antrean ramai orang-orang yang tampaknya juga ingin mencoba promo usia. terlihat nenek-nenek dan kakek-kakek terselip di setiap rombongan. isi rombongannya rata-rata memang anak muda atau usia 30-40an lah. tapi di antara rombongan tersebut pasti ada seorang nenek atau kakek yang usianya minimal 60 tahun. malahan ada seorang nenek yang tampak sudah ompong plus ditopang oleh tongkat masih ikut mengantri.

ketika melihat nenek-nenek kakek-kakek mengantri, spontan ibu saya nyeletuk "nih jangan-jangan nenek kakeknya dipaksa-paksa anaknya buat ikutan makan nih. biar dapet diskon gede. dasar anak tega". wah, emak saya tampaknya gak sadar kalau saya juga seperti itu. hehe. namun sepertinya memang agak beda sih, emak saya emang udah jadi nenek tapi masih seger, masih tegap. sedangkan nenek kakek di rombongan lain tuh ada yang udah jompo. weleh weleh..

ketika kami mendapat tempat duduk, kami langsung dilayani oleh sang pelayan. pertama-tama sang pelayan menanyakan ktp asli yang mau dipakai untuk diskon. jadi sedari awal sudah ditandai tuh pelanggan di meja berapa bakal dapat diskon berapa. sebelum kami memesan, sang pelayan memberikan beberapa penjelasan "diskon hanya berlaku untuk pemesanan pertama ya pak. pemesanan tambahan memakai rate normal. makanan juga tidak bisa dibungkus bawa pulang". dengan penjelasan seperti itu, maka wajib bagi pemesan untuk bisa memperkirakan jumlah pesanan optimal yang harus dipesan.

harus saya akui, makanan di d'cost memang lezat dan enak. suer. tapi bagaimana dengan harganya. benarkah tagline d'cost yang berbunyi "rasa bintang lima, harga kaki lima". menurut saya rasa sudah fit lah dengan tagline nya. namun bagaimana dengan harga? apakah kali ini saya terkecoh kembali dengan gagal mendapatkan diskon, seperti kejadian di pgc tahun lalu. ataukah promo diskon usianya benar adanya. pembuktiannya ada di kasir.

di lembar pesanan saya tertulis Rp110.000. jika ditambah dengan pajak 10%, maka normalnya saya dicharge Rp121.000. dan alangkah senangnya hati saya ketika melihat jumlah yang harus dibayarkan di bon makan saya, Rp56.000. kalau pakai hitung-hitungan kasar, seorang cuma kena biaya Rp20.000. wah, nih promo usia recommended banget deh buat dicoba. d'cost,  "rasa bintang lima, harga kaki lima (kalau lagi promo)". mantap!!
kira-kira ini yang kami pesan malam itu. ah, kenangan yang indah.. :p

kangkung balacan. picture belong to http://id.openrice.com
cumi cabe garam. picture belong to http://hesmacuisine.blogspot.com
cumi saus telur asin. picture belong to http://id.openrice.com
tahu jepang saus padang. picture belong to http://sientazahra.blogspot.com
gurame fillet saus telur asin. picture belong to http://id.openrice.com

12 Maret 2012

Nyogok Tuhan

pada suatu hari di negeri yang matahari nya terbit di sebelah timur, hiduplah pasangan muda suami istri. pasangan muda ini berharap bisa memiliki anak yang baik dan shaleh. lalu terbersitlah dalam pikiran sang istri "agar kita punya anak yang shaleh, maka kita harus menyogok Tuhan".

ide untuk menyogok Tuhan ini disampaikan pada suaminya. sang suami pun tergelak "gila kamu, bagaimana bisa kita menyogok Tuhan?". menurut sang suami, Tuhan itu gak mungkin bisa disogok. kalaupun bisa, bagaimana caranya nyogok Tuhan.

tapi sang istri kekeuh agar dikaruniakan anak shaleh, maka pasangan itu harus nyogok Tuhan. dengan cara apa? dengan bagi-bagi makanan ke orang-orang yang membutuhkan di jalanan. sehabis dikasih makanan, orang-orang tersebut dimintakan tolong agar mendoakan pasangan tersebut agar diberikan anak yang sholeh dan dilancarkan rezeki mereka.

setelah mendengar penjelasan sang istri, sang suamipun menukas "ah, itu mah bukan cuma Tuhan yang kamu sogok, orang-orang pun kamu sogok agar mau mendoakanmu".

pembaca budiman yang dirahmati Allah. sogok dalam kamus besar bahasa indonesia memiliki arti anak kunci. sogok juga memiliki arti sesuatu yang digunakan untuk menyogok. kenapa diartikan anak kunci, barangkali sogok itu ibarat anak kunci yang bisa membuka "pintu-pintu" yang ingin kita buka.

menurut saya pribadi, sogok adalah kata sebagaimana kata-kata yang lain. sebuah kata memiliki sebenarnya memiliki kesan yang netral. jikapun terkesan negatif, hal itu disebabkan karena kata tersebut sering digunakan dalam kalimat yang memberitakan berita negatif.

menyogok manusia adalah hal biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. biar urusan jadi lancar, begitu kira-kira dalih orang yang menyogok dan disogok. namun kalau kita mau pinter dikit, mau mikir dikit, sebenarnya yang bikin urusan lancar atau tidak itu siapa sih? manusia atau Tuhan? orang waras sih bakal jawab, Tuhan.

kalau kita sudah tahu, siapa yang bikin urusan kita lancar, yang bikin hajat kita terkabul, ya sering-sering donk kita carmuk (cari muka) di depan Dia. biar urusan makin lancar, ditambah donk "sogokan" nya. dan salah satu sogokan yang paling manjur adalah dengan sedekah.

sebagai yang orang pengen sedekah, manusia dikasih kesempatan buat ngemodif sedekah kayak apa yang mau dikasihin. kata orang pinter mah sekarang udah gak jaman amal ngasih ikan, kasih kailnya biar produktif tuh orang. jadi orang-orang pinter jaman sekarang pada rajin tuh sedekah barang produktif. sedekah kaya ginian modelnya banyak, ada yang model ngasi pelatihan, ngasih komputer, sampe ada yang ngasih sawah.

tapi tentu kita semua gak lupa ama yang namanya piramida maslow. di piramida maslow dijelasin kalau dasar piramid kebutuhan manusia itu adalah physiological needs, yang diantaranya adalah makan. dan sebenarnya gak usah pake maslow-maslowan juga otak kita bakal ngakuin, kalau kebutuhan makannya aja belon terpenuhin (masih kelaperan), gimana bisa menuhin/mikirin kebutuhan yang lain-lain.

jadi secara gak langsung bener juga tuh aksi dari pasangan yang diceritain di awal. bagi-bagi makanan ke orang yang ngebutuhin, model tukang sapu jalanan, tukang sampah, atau pekerja apapun yang dari muka-mukanya belon sempet sarapan. kalaupun udah sarapan, orang-orang itu insya Allah udah laper lagi, maklum, kerjanya pake otot banget, ngures tenaga.

para pembaca budiman sekalian, yuk mari kita coba tiru perbuatan baek pasangan di cerita ini. gak cuma ditiru, tapi juga dikalahin. fastabiqul khoirot. berlomba-lomba dalam kebaikan. insya Allah, Allah demen ama kita. amin..

wassalam

salam nyogok

yang legal..

7 Maret 2012

Natsa Sehat Lagi

sudah sekitar 4 hari ini saya tidak menulis di blog. kalau boleh saya memberi alasan, itu disebabkan karena badan dan otak saya yang lesu. lesu akibat didera demam dan sakit tenggorokan. ternyata semangat saya untuk belajar menulis patas juga oleh situasi.

ada ungkapan yang bilang bahwa rasa sakit itu cuma ada di dalam pikiran. jika kita bisa menguasai pikiran kita, maka kita tidak akan merasa sakit. dan hal tersebut memang benar. orang-orang yang lulus ujian kopassus adalah orang yang berhasil bertahan dari ujian fisik dan mental yang luar biasa. sayangnya saya tak setangguh orang kopassus dalam menaklukan pikiran saya sendiri.

tapi bagaimanapun hari ini saya bisa memaksakan untuk menulis kembali. dan untuk hari ini sebenarnya saya kepikiran banyak topik untuk dituliskan. contoh topik untuk dituliskan antara lain adalah topik tentang pemilihan gubernur jakarta, pssi, cerita tentang sakitnya saya, atau cerita tentang natsa yang dirawat di rumah sakit.

jika saya memilih topik seputar pemilihan gubernur dki jakarta atau pssi tentu terlalu berat untuk otak saya yang masih lesu ini. apabila saya pilih cerita tentang sakitnya diri saya sendiri maka akan tampak narsistik dan minta dikasihani. maka pilihannya adalah menceritakan tentang keponakan saya, baby Natsa yang harus di rumah sakit.

pagi ini saya mendapat kabar yang agak mengagetkan dari ibu saya, kabar bahwa keponakan saya akan dirawat di rumah sakit. keputusan tersebut konon diputuskan sudah dari malam sebelumnya. jadi ternyata tadi malam kakak saya dan kakak ipar saya berkeliling jakarta mencari rumah sakit yang layak untuk merawat anak bayi di bawah 1 tahun.

anak bayi mereka, natsa, tampak terkena alergi. dokternya berpendapat bahwa natsa ini kulitnya sangat sensitif. karena kesensitifan inilah penanganannya juga harus ekstra. alergi natsa tampaknya makin menjadi-jadi. jika sedang tak nyaman, natsa biasanya menangis cukup keras.

natsa juga terkena demam. kata kakak saya, menurut penuturan dokter, penyebab demam natsa ada tiga hal. yang pertama kerana giginya baru numbuh. natsa meskipun lahirnya belakangan dibanding anak saya umar, namun numbuh giginya duluan. kalau tidak salah gigi bawah. dan umar, masih ompong. hehe..

yang kedua dan ketiga saya tidak tahu pasti. saya lupa. tapi yang pasti dirawatnya natsa di rumah sakit semoga merupakan jalan yang terbaik untuk kesembuhannya. karena dengan di rawat di sana, semoga penyebab penyakitnya bisa diobservasi secara lebih tepat. kalau sudah ketahuan penyebab sesungguhnya apa, ya semoga bisa ditentukan perawatan dan obat-obatan yang tepat untuk menyehatkan natsa.

natsa harus sembuh, dan insya Allah akan sembuh. dia akan bermain lagi bersama umar. rebutan segala macam barang. dan bukan hanya barang, tapi juga rebutan mbak item, mbak favorit mereka. gws natsa.. gowes.. eh, bukan, get well soon maksudnya.. om ganteng mendoakanmu..

salam sehat lagi..

3 Maret 2012

Ahmad Bashori, The Preambule

ahmad bashori adalah salah satu teman saya yang cukup mewarnai kehidupan saya, setidaknya selama masa saya kuliah. kisah anak ini cukup menginspirasi. bashori menurut hemat saya adalah salah satu ikon perjuangan untuk maju dan berkembang.

bashori dan kehidupan kampus
berbekal tiket masuk ppkb untuk berkuliah di ui, anak lulusan sma 5 surabaya ini berkelana menuju jakarta. saya lupa dia tinggal dimana setelah sesampainya di jakarta, namun yang pasti anak ini langsung menjadi bagian dari mahasiswa yang dibiayai beasiswa etos.

perkenalan pertama saya dengannya dimulai ketika masa kami sama-sama menjadi mahasiswa baru. dalam orientasi pengenalan kampus (opk), bashori ini menjadi anak yang "tampil". level keterkenalannya di mata senior kurang lebih sama seperti tigor, tapi yang satu positif dan yang satu negatif.

gak main-main keinginannya untuk tampil, dia sampai dengan sukarela mengajukan diri menjadi ketua angkatan 2004. ada beberapa calon kuat kandidat ketua angkatan, erik si gaek, mussalam dan fawwaz si arab, dan jhon si badan besar.

pada pemilihan tersebut terus terang saya memilih bashori. mungkin hal itu dikarenakan saya tersentuh dengan wajah dia yang cukup "marjinal", saya tersentuh dengan itu. dia juga punya jargon "JIDAT", jujur, bla bla bla, bla bla bla (saya lupa kepanjangan dibelakangnya).

sepak terjang bashori tak berhenti sampai disana. dia juga sukses terpilih menjadi project officer acara maker (malam kekerabatan). maker ini adalah acara kumpul-kumpulnya anak angkatan 2004 dan senior dengan format yang menarik. sebuah acara yang prestis dan dieksekusi dengan baik.

bashori pernah maju menjadi calon ketua bem ui. memang tidak menang, tapi perlawanannya terhadap calon lain sungguh hebat. terkait kampanye-kampanye bashori ini, pernah ada suatu kejadian yang sulit saya lupakan.

waktu itu saya masih menjadi ketua senat feui. saya ingin memberikan dukungan penuh terhadap teman saya yang satu ini ketika sedang kampanye di fakultas teknik. kampanya di fakultas teknik terbilang cukup maut, karena dilakukan semalaman penuh sampai pagi.

saat saya sedang asyik memperhatikan jalannya kampanye, tiba-tiba salah satu anak fakultas teknik mengacungkan tangan menginterupsi. "saya melihat, tampaknya ada anak non-teknik yang menginjak tegel merah ini. saya minta anak tersebut untuk angkat kaki dari tegel merah ini". tegel merah adalah wilayah yang konon terlararang bagi anak non teknik ketika ada kampanye.

alhamdulillah, saya sukses terusir mengungsi ke wilayah non tegel merah. wilayah yang cukup bernyamuk di malam hari. setelah luntang lantung dinyamukin, tiba-tiba muncul pahlawan saya, juned sang ketua bem fakultas teknik. berkat dia, saya aman nonton kampanye di wilayah tegel merah tanpa terusir lagi.

bashori dan kehidupan di luar kampus
kembali ke cerita tentang bashori, sebenarnya lebih banyak cerita dengannya yang off campus. maksud off campus ini adalah kisah diluar sepak terjang kami di kampus, kisah kami sebagai teman yang kebetulan satu kosan, kosan ariesta.

selepas dia tidak terpilih menjadi ketua bem ui, tiba-tiba kariernya sebagai trainer melonjak drastis. dia dipanggil oleh berbagai elemen kampus untuk mengisi materi yang temanya berkisar motivasi. menurut penuturannya, bayarannya sebagai trainer bisa sampai 2M, yang tak lain tak bukan merupakan kepanjangan dari "Makasih Mas".

imbas dari meningkatnya panggilan untuk mengisi training adalah staminanya yang sering habis kalau sudah di kosan. kosan ariesta sering kali baru "bangun" jelang jam 10 malam. biasanya sesi diskusi gaya bebas dimulai sekitar jam segitu dan bisa mengambil tempat di kamar kosan ataupun di warung kopi. dan seperti bisa diduga, bashori jam segitu sudah tidur.

bashori merupakan penganut early sleep, early wake. tidur duluan, bangun duluan. tidak heran ketika para penghuni ariesta masih mengantuk di jam 5 pagi, maka bashori jam segitu sudah melek dan telah berkontemplasi 30 menit yang lalu.

selain dikerjakan pada pagi hari, kontemplasi bashori ini juga sering dilakukannya ketika sedang denger ceramah. mata terpejam, kepala mengangguk, dan selepas materi langsung bertanya. sungguh teknik yang luar biasa, tak sembarang orang bisa menguasainya. setahu saya yang punya teknik ini adalah toni, teman saya di bpk, dan almarhum abdurrahman wahid.

masih banyak cerita yang bisa di share tentang bashori, misalnya saja ketegaannya dalam mengeksploitasi teman-temannya. ya, eksploitasi. inilah diferensiasi dia dibanding warga-warga ariesta lainnya.

salam hangat dan sini.

wassalam..

2 Maret 2012

Arti Ketahanbantingan

teman-teman yang berada dalam satu batch dengan saya ini sungguh luar biasa. mereka memiliki banyak kelebihan yang saya kagumi dan pelajari. ada yang saking pintarnya, tulisan-tulisannya sudah diplubikasikan di jurnal ilmiah, ada yang pernah kerja di kantor akuntan publik big 4 inisial dua huruf, dan ada yang dedicated dengan pekerjaan sampai-sampai rela bekerja tanpa dibayar.

diantara sekian banyak hal yang saya kagumi, ada satu kelebihan yang amati khusus dan saya apresiasi tinggi. ketahanbantingan diejek, sebuah skill interpersonal yang dimiliki oleh salah seorang rekan kerja saya. ejek sendiri dalam bahasa indonesia berarti olokan. olok-olok secara umum bisa mengacu pada dua kondisi, pertama kondisi serius untuk menghinakan, yang kedua kondisi bercandaan. untuk kasus teman saya ini adalah yang kategori bercandaan.

meskipun sifatnya cuma bercandaan, belum tentu setiap orang tahan dan bisa bersabar. tak jarang kalau saya diolok-olok, saya akan memutar otak dengan serius untuk membalas olokan tersebut. tapi orang ini berbeda. dia bisa menahan diri untuk tidak langsung membalas olok-olokan teman-temannya. sebaliknya, teman saya ini akan balas ngebecandain orang tersebut hanya jika momennya tepat dan dirasa tidak menyakiti hatinya.

mungkin ada diantara pembaca yang bilang bahwa hal macam ini sangat remeh dan tidak penting. tapi kalau kita membuka sedikit apa yang islam coba ajarkan, maka sesungguhnya memanggil orang dengan sebutan yang tidak disukainya, termasuk mengolok-olok, merupakan hal yang dilarang. dalam islam, di utamakan untuk memanggil orang dengan panggilan yang baik-baik, dengan panggilan yang disukainya.

lalu apa yang islam ajarkan apabila kita diolok-olok oleh orang lain. islam mengajarkan pengikutnya agar bersabar menghadapi hinaan dan cercaan, apalagi yang sifatnya hanya bercandaan. maka tak berlebihan jika saya mengatakan teman saya yang satu ini telah mengamalkan amalan islam dengan baik dalam bab bersabar jika diolok-olok.

mari kita belajar arti kesabaran dari pria (yang sekarang masih) muda ini.

penasaran dengan orangnya? klik link berikut

Kartu Kredit Jadi Sehari

alkisah pada satu kesempatan saya dan beberapa teman mampir ke pameran elektronik di jcc. pameran yang di organize oleh diandra ini sebagian besar menampilkan tablet-tablet berbagai merek, yang rata-rata didominasi oleh o.s. android. tak ketinggalan beragam jenis laptop ditampilkan.

diantara sekian ragam macam elektronik yang ditawarkan, pameran itu juga menampung sejumlah booth, yang sifatnya merupakan penunjang. layanan tv kabel menurut saya merupakan jenis layanan penunjang di pameran macam ini. beberapa kali saya dan teman-teman dijamah oleh para sales tv kabel ini.

"mas, coba produk kami deh. dari t*lkomvision nih. lengkap. murah. lagi promo. bla..bla..bla.." ucap sang sales dengan gigih. yah, namanya orang cari rejeki, sah-sah aja untuk gigih berjuang. yang terpenting kalau mau jualan ya jangan sampai menipu.

untuk saya pribadi yang namanya menipu itu adalah apabila ada ketidaksesuaian antara apa yang ditawarkan dengan produk aslinya. mari kita sebut ketidaksesuaian itu dengan kata "gap". kalau ada gap, maka pemasar harus melakukan sesuatu, minimal meminta maaf pada pelanggan. meminta maaf adalah selemah-lemahnya iman dalam dunia pemasaran.

ngomong-ngomong soal gap, saya menemukan contoh dari gap dalam sesi ubek-ubek kami di jcc. sebelumnya saya sudah cerita bahwa ada beberapa produk penunjang yang diperdagangkan di pameran tersebut. termasuk produk penunjang adalah kartu kredit.

selain dijamah oleh penjaja layanan tv kabel, kami juga dijamah oleh sales kartu kredit. salah satu bank yang jaringannya cukup besar di indonesia dan asia pun ikut menjajakan kartu kreditnya. sang sales dari bank tersebut gigih berpromosi dengan menyatakan bahwa proses pelayanan cepat dan langsung jadi di tempat.

sebelum ada yang tergoda di antara kami, si sales menyatakan bahwa tidak perlu ada pengecekan ke kantor atau rumah. setelah jurus satu dan dua, dia mengeluarkan jurus ketiga. jurus ketiganya adalah kartu kredit dari bank tersebut tidak dikenakan biaya, jika tiga bulan kartu tidak dipakai, akan otomatis ditutup.

tak kuasa akhirnya beberapa orang dari rombongan kami menerima jurus satu, dua, dan tiga. akhirnya mendaftarlah mereka ke booth kartu kredit bank dengan jaringan yang besar di asia tersebut. saya sendiri bergeming tak tergoda. prinsip saya, lebih baik ngutang manual daripada elektronik. he..he..

selesai dari booth tersebut, kami langsung pulang. di jalan saya bertanya ke teman saya, seperti apa bentuk kartu kreditnya. ternyata kartu kredit yang tadi digadang-gadang langsung jadi, belum jadi juga. buat teman saya memang tidak masalah, tapi buat saya sebagai pemerhati dunia marketing si sales telah terhitung berbohong. si sales telah membuat gap antara apa yang dikatakannya dengan apa yang disediakannya.

kalau pada sesi mendaftar kartu kredit memang kadang gap itu tidak terlalu dilihat. tapi bagiamana apabila gap tersebut muncul di masa kita ingin berhenti berlangganan kartu kredit. gap antara apa yang dikatakan dan yang terlaksana bisa menjadi sangat fatal. sila cek laman berikut sebagai contoh gap yang fatal.

sebagai orang yang punya usaha, sebaiknya kita tahu dan menekankan kepada para sales kita agar bisa berkata jujur dan sesuai dengan kenyataan. gap negatif yang tercipta antara kedua hal tersebut tentu akan membuat nama usaha kita tidak bagus dimata customer. minimize gap dan service excellence adalah kunci dari lahirnya kesetiaan pelanggan.

salam setia..

contoh merchandise dari pendaftaran kartu kredit

*an Asmuncoy, Calon Pejabat

disclaimer: untuk kerahasiaan nama klien, nama asli oan asmuni kami ubah menjadi *an asmuncoy

namanya *an asmuncoy. nama asli orang ini kayaknya cuma ada satu di indonesia. the only one. kalau anda cek di google keyword nama aslinya, anda akan diarahkan langsung ke laman google plusnya dia. berbeda dengan saya yang kalau dicari di google malah akan ketemu orang lain (atau nama pondok pesantren).