suatu benda yang mengalami pergerakan dengan cepat biasanya memerlukan daya yang sangat besar. untuk meningkatkan daya gerak tersebut, suatu benda membentuhkan momentum. momentum inilah yang kemudian mengkuadratkan kekuatan gerak dari suatu benda.
begitu pula dalam hidup. ketika kita ingin berubah, kita biasanya membutuhkan suatu tekad yang benar-benar kuat. tekad ini akan semakin kuat jika diiringi dengan perencanaan yang matang serta langkah-langkah yang jelas.
tapi dalam setiap hukum alam, selalu ada eksepsi, ada anomali. air mengalami anomalinya ketika berada dalam suhu minus 4 derajat celcius. tak cuma hukum alam, hukum hidup juga punya beberapa pengecualian, termasuk yang terkait dengan perubahan. terkadang perubahan tidak memerlukan daya yang begitu besar, ataupun momentum yang besar. suatu kejadian kecil yang terjadi ternyata bisa menghasilkan perubahan yang besar pada hidup kita.
Merokok adalah suatu hobi yang cukup adiktif. sesuatu yang adiktif, akan sulit untuk dihilangkan. oleh karena merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, maka seharusnya para perokok yang sadar kesehatan akan menghentikan hobinya tersebut. namun karena sifatnya yang adiktif, kebiasaan merokok sangat sulit dihilangkan.
sejumlah orang berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan merokok, dan banyak diantara mereka yang gagal. namun ada sedikit orang yang karena dipicu oleh kejadian kecil, maka kebiasaan merokoknya hilang sama sekali.
paklik (paman) saya termasuk orang yang bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya karena kejadian yang sederhana. alkisah, paklik saya yang perokok kelas light heavyweight. hobi ngerokoknya sudah dimulai dari dia remaja. setelah memiliki beberapa anak, tiba-tiba saja dia membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa merokok itu membahayakan kesehatannya. sesaat setelah membaca artikel tersebut, tiap batang rokok langsung terasa asam di mulutnya.
saya pribadi merasa beberapa kebiasaan saya terbentuk karena kejadian yang biasa-biasa saja. contoh sederhana adalah memberikan tempat duduk kepada ibu-ibu atau orang tua di kereta. sebenarnya sedari saya mulai berkereta secara rutin, saya cukup sering memberikan tempat duduk saya kepada ibu-ibu maupun orang tua. namun waktu itu, kebiasaan saya belum lah menajdi reflect. saya masih pilih-pilih ketika memberikan tempat duduk saya.
sampai suatu saat, saya berangkat kuliah ke depok bersama kakak saya. profil kakak saya kira-kira macam jilbaber galak gitu lah. bersama kakak saya, kami berdua naik kereta dari stasiun manggarai. keunggulan naik dari stasiun manggarai adalah para penumpang mendapatkan probabilitas untuk duduk secara lebih tinggi.
hipotesis diterima, kami berdua dapat tempat duduk. setelah kereta jalan, saya langsung membuka koran yang sempat saya beli di depan stasiun. baca koran di kereta sambil duduk menuju kampus sungguh merupakan kenikmatan tersendiri, sebuah "cara elegan untuk memulai pagi".
tapi memang sudah menjadi sunnatullah, bahwa ketika kereta sudah sampai tebet, maka gerbong sekonyong-konyong menjadi penuh. kenikmatan "cara elegan untuk memulai pagi" itupun sirna. di depan saya dan kakak saya, berderet para mahasiswi maupun ibu-ibu yang memiliki tujuan ke arah pasar minggu, depok, citayam, bojong, maupun bogor.
karena memang masih gak "ngeh" kalau saya mulai dikerubungi wanita-wanita, maka saya masih asik dengan berita-berita yang ada di dalam koran. secara ujug-ujug, sebuah sikutan melayang ke lengan saya. sikutan maut kakak saya yang tertahan oleh tebal otot lengan saya. meskupun sikutan tersebut tidak sakit, tapi cukup untuk membuat saya tersadar.
saya tatap mata kakak saya. dari situ bisa saya tafsirkan bahwa kakak saya minta saya menyerahkan tepat duduk saya kepada mbak-mbak yang beridiri di depan saya. sayapun berdiri sebagaimana diinstruksikan mata itu.
sikutan dan lirikan mata itu memang samar-samar saya ingat, tapi impresi dari kejadian itu selalu saya ingat. sikutan dan lirikan tersebut memang tidak seberapa dan bukan kejadian yang wah-wah banget. tapi kejadian sederhana tersebut mampu merubah habit saya dalam berkereta sampai saat ini.
sebuah kejadian sederhana, bisa jadi bukan apa-apa bagi diri kita. tapi kadang dari kejadian-kejadian sederhana tersebutlah, hidup seseorang bisa berubah. contoh yang saya ceritakan di artikel ini memang gak seberapa. tapi rasa-rasanya sih teman-teman punya pengalaman tersendiri perihal kejadian sederhana dan perubahan dalam hidup teman-teman sekalian..
this is my story.. what about yours?
salam salim!!
Tempat saya latihan nulis. sekaligus tempat saya membagi pengalaman dan pemikiran. monggo di komen..
7 Desember 2012
5 Desember 2012
Komponen Perjalanan yang Seru
Terkadang yang membuat perjalanan kita menjadi menarik bukanlah masalah perjalanan "kemana", tapi malah yang membuatnya menjadi menarik adalah perjalanan "dengan siapa". semakin dahsyat hasilnya jika komponen "kemana" dan "dengan siapa" berada dalam komposisi yang tepat. jika demikian adanya, maka perjalanan kita bisa menjadi perjalanan yang tidak terlupakan dan selalu menjadi kenangan. pasti menjadi kenangan. entah itu kenangan buruk atau kenangan baik.
saya pernah mendapat cerita dari teman saya yang sangat falimiar dengan perjalanan ke Bali. Bali sebagai kota wisata dunia, menyimpan daya tarik yang sangat besar bagi turis lokal maupun asing. tapi meskipun demikian, Bali akan semakin terlihat biasa-biasa saja jika kita terhabituasi dengan perjalanan itu sendiri. dan hal itu terjadi dengan teman saya.
namun ternyata, pergi ke Bali menjadi sangat berkesan bagi dirinya ketika itu dilakukan dengan teman teman satu senatnya. pada sesi malam yang cukup bebas, dia dan teman-temannya dikompori oleh sang ketua senatnya untuk jalan-jalan dalam arti konotatif maupun denotatif. sang ketua senat yang ahli debat dan ahli mempengaruhi orang ini berhasil meyakinkan teman-temannya ini agar mau pergi ke wilayah Garuda Kencana Wisnu (GWK).
kejadian tepatnya saya terus terang agak lupa. namun yang pasti hasilnya sangat fenomenal, satu grup itu berjalan kaki total lebih dari 3 jam untuk GWK yang masih kosong melopong. seluruh peserta "jalan-jalan" waktu itu sangat terkesan dengan perjalanan mereka, termasuk siapapun yang mengaku sering ke Bali waktu liburan. sangat terkesan karena meskipun sangat melelahkan, tapi mereka berhasil mengalahkan rekor mereka sendiri dalam hal jalan kaki di tempat wisata seterkenal Bali.
buat saya pribadi, faktor "kemana" dan "dengan siapa" juga sangat berpengaruh dalam menarik tidaknya sebuah perjalanan. minggu malam, memutuskan untuk jalan-jalan ke mall dekat wisma saya menginap. sesampainya di amll, saya memutuskan untuk melepas penat dengan bermain game basket di sebuah arena bermain.disitu saya berhasil mengalahkan rekor skor diri saya sendiri.
Setelah beberapa saat bermain, ronde demi ronde, saya merasa ada yang kurang. ya, lawan main game basket saya tidak ada di samping saya. biasanya lawan saya ini berhasil mengalahkan saya terus menerus dalam hal perolehan skor. aneh, karena badannya terhitung kurus dan seharusnya saya lah yang memenangi pertarungan skor dengannya, tapi ya nyatanya hasilnya skor dia selalu lebih tinggi dari saya.
ya, permainan yang sangat seru tersebut seketika menjadi hening dan sepi ketika saya melihat kesamping.. dan di sana tidak ada istri saya. perjalanan dengan istri saya memang terhitung, jika dilihat dari faktor "kemana" masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. tapi dengan adanya dia, mantaplah terisi skor dari faktor "dengan siapa". ibarat kata nih, Pusat Grosir Cililitan terasa Mall Of Indonesia lah.
itu pengalaman dan teori saya, bagaimana dengan kamu?
saya pernah mendapat cerita dari teman saya yang sangat falimiar dengan perjalanan ke Bali. Bali sebagai kota wisata dunia, menyimpan daya tarik yang sangat besar bagi turis lokal maupun asing. tapi meskipun demikian, Bali akan semakin terlihat biasa-biasa saja jika kita terhabituasi dengan perjalanan itu sendiri. dan hal itu terjadi dengan teman saya.
namun ternyata, pergi ke Bali menjadi sangat berkesan bagi dirinya ketika itu dilakukan dengan teman teman satu senatnya. pada sesi malam yang cukup bebas, dia dan teman-temannya dikompori oleh sang ketua senatnya untuk jalan-jalan dalam arti konotatif maupun denotatif. sang ketua senat yang ahli debat dan ahli mempengaruhi orang ini berhasil meyakinkan teman-temannya ini agar mau pergi ke wilayah Garuda Kencana Wisnu (GWK).
kejadian tepatnya saya terus terang agak lupa. namun yang pasti hasilnya sangat fenomenal, satu grup itu berjalan kaki total lebih dari 3 jam untuk GWK yang masih kosong melopong. seluruh peserta "jalan-jalan" waktu itu sangat terkesan dengan perjalanan mereka, termasuk siapapun yang mengaku sering ke Bali waktu liburan. sangat terkesan karena meskipun sangat melelahkan, tapi mereka berhasil mengalahkan rekor mereka sendiri dalam hal jalan kaki di tempat wisata seterkenal Bali.
buat saya pribadi, faktor "kemana" dan "dengan siapa" juga sangat berpengaruh dalam menarik tidaknya sebuah perjalanan. minggu malam, memutuskan untuk jalan-jalan ke mall dekat wisma saya menginap. sesampainya di amll, saya memutuskan untuk melepas penat dengan bermain game basket di sebuah arena bermain.disitu saya berhasil mengalahkan rekor skor diri saya sendiri.
Setelah beberapa saat bermain, ronde demi ronde, saya merasa ada yang kurang. ya, lawan main game basket saya tidak ada di samping saya. biasanya lawan saya ini berhasil mengalahkan saya terus menerus dalam hal perolehan skor. aneh, karena badannya terhitung kurus dan seharusnya saya lah yang memenangi pertarungan skor dengannya, tapi ya nyatanya hasilnya skor dia selalu lebih tinggi dari saya.
ya, permainan yang sangat seru tersebut seketika menjadi hening dan sepi ketika saya melihat kesamping.. dan di sana tidak ada istri saya. perjalanan dengan istri saya memang terhitung, jika dilihat dari faktor "kemana" masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. tapi dengan adanya dia, mantaplah terisi skor dari faktor "dengan siapa". ibarat kata nih, Pusat Grosir Cililitan terasa Mall Of Indonesia lah.
itu pengalaman dan teori saya, bagaimana dengan kamu?
10 November 2012
Bakso Rudal Gang Pepaya
hari sabtu ini kebetulan saya lagi main ke depok lagi. seturunnya di stasiun ui, saya dan teman perjalanan saya singgah dulu makan di bakso rudal. sebagai informasi, bakso rudal adalah kedai bakso yang bertepat di jalan dekat stasiun ui menuju ke arah es pocong kober. sebenarnya kedai bakso rudal ini sekedar menjual bakso urat saja. namun tampaknya sang pemilik cukup cerdas dengan mem-brand bakso uratnya dengan brand bakso rudal.
nah, kebetulan lagi, kedai bakso rudal yang berada di jalan menuju es pocong kober tersebut lagi tutup. tutupnya kedai tersebut dikarenakan adanya renovasi fisik kedai-kedai tersebut yang sejatinya dimiliki oleh manajemen stasiun ui. alhamdulillahnya, bakso rudal tersebut buka cabang baru di gang pepaya samping stasiun ui menuju ke arah deretan salon moz5 margonda.
sambil makan, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan pemilik kedai tersebut. tampaknya sang pemilik berusia kira-kira 30an tahun. dari sang pemilik, saya mengetahui bahwa sebenarnya kedai bakso rudal di gang mangga tersebut merupakan cabang dari kedai yang pertama. kedai yang pertama tesebut tutup sementara sampai renovasinya selesai. dia juga bercerita bahwa sewa tempat di gang mangga tersebut memakan biaya sampai 10 juta setahunnya.
mendengar angka 10 juta tersebut, saya langsung terhenyak. logikanya, profit dari dagang bakso di cabang tersebut saja pasti jauh di atas 10 juta rupiah setahunnya. well, ini profit lo. profit dalam artian pendapatan dikurang biaya bahan baku bikin bakso. dari sisa uang tersebut barulah dipake buat nutup pengeluaran sewa tempat, gaji karawan, dan lain lain. dan gak mungkin donk dia mau capek-capek running bisnis kalo cuma impas aja. itu artinya apa, artinya pendapatan yang dia bisa dapat itu jauh jauh lebih tinggi lagi.
akhirul kalam, buat para teman-teman yang masih jadi orang kantoran, mending mulai deh mikirin mau bisnis apa. kalau udah kepikiran, take action lah kalian. jangan kalah ama bakso rudal. hehehe.. salam rudal!!
nah, kebetulan lagi, kedai bakso rudal yang berada di jalan menuju es pocong kober tersebut lagi tutup. tutupnya kedai tersebut dikarenakan adanya renovasi fisik kedai-kedai tersebut yang sejatinya dimiliki oleh manajemen stasiun ui. alhamdulillahnya, bakso rudal tersebut buka cabang baru di gang pepaya samping stasiun ui menuju ke arah deretan salon moz5 margonda.
sambil makan, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan pemilik kedai tersebut. tampaknya sang pemilik berusia kira-kira 30an tahun. dari sang pemilik, saya mengetahui bahwa sebenarnya kedai bakso rudal di gang mangga tersebut merupakan cabang dari kedai yang pertama. kedai yang pertama tesebut tutup sementara sampai renovasinya selesai. dia juga bercerita bahwa sewa tempat di gang mangga tersebut memakan biaya sampai 10 juta setahunnya.
mendengar angka 10 juta tersebut, saya langsung terhenyak. logikanya, profit dari dagang bakso di cabang tersebut saja pasti jauh di atas 10 juta rupiah setahunnya. well, ini profit lo. profit dalam artian pendapatan dikurang biaya bahan baku bikin bakso. dari sisa uang tersebut barulah dipake buat nutup pengeluaran sewa tempat, gaji karawan, dan lain lain. dan gak mungkin donk dia mau capek-capek running bisnis kalo cuma impas aja. itu artinya apa, artinya pendapatan yang dia bisa dapat itu jauh jauh lebih tinggi lagi.
akhirul kalam, buat para teman-teman yang masih jadi orang kantoran, mending mulai deh mikirin mau bisnis apa. kalau udah kepikiran, take action lah kalian. jangan kalah ama bakso rudal. hehehe.. salam rudal!!
9 November 2012
Gak Sempet Nulis
selamat pagi semua. apa kabarnya jumat pagi ini kawan-kawan? semoga teman-teman semua selalu dilimpahkan nikmat sehat. amiin.. alhamdulillah saya pribadi juga dalam keadaan sehat. alhamdulillah, masa-masa kondisi badan nge-drop udah lewat. alhamdulillah, kondisi anak istri juga sehat. hanya saja tampaknya kemampuan dan kemauan menulis saya belon kunjung sehat.. hehehe..
bulan februari tahun ini merupakan masa-masa terproduktif saya untuk belajar menulis di blog ini. wajar aja sih, lawong waktu luang di masa itu juga berlimpah. namun tampaknya ada tren penurunan produktivitas menulis yang konsisten pada diri saya, dari bulan ke bulan.
sibuk jadi alasan? bisa aja sih. tapi apa gak malu ama dahlan iskan? bos jawa pos yang sekarang jadi pejabat negara sewaktu jadi dirut pln masih mampu kok nulis secara konsisten. coba cek blognya, maka kau akan menemukan dia dalam sebulan masih mampu menulis 3 tulisan. dan tulisan di sini, walaupun sifatnya berupa opini atau pengalaman sendiri, bisa dia tulis dengan cukup panjang dan komprehensif. dan kebiasaan menulis tersebut masih terjaga sampai saat ini.
itu si dahlan udah dirut, lah gua.. masih cungpret aja jarang nulis, apalagi kalo udah jadi pejabat nanti nih.. (jiyeeh, kaya bakal jadi pejabat aja). so, alesan sibuk, gak banget buat diajuin. toh gw harus akuin, kok ngaku-ngaku sibuk tapi masih sempet browsing 9gag semaleman, baca manga, ataupun maen nintendo dan playstation. sompreeettt broooo!!! dasar pemalesss *ngomel sambil guling-guling*
sejujurnya, dalam hati, saya ini udah punya niatan buat nulis dan nulis dan nulis. lawong sebenarnya banyak pengalaman yang pantas diabadikan dalam tulisan kok. let say pengalaman jadi asisten ngajar di medan, pengalaman ke kuningan city untuk pertama kali, pengalaman idul qurban waktu umar usia setahun, pengalaman anggota keluarga terkena cacar dan sakit berbarengan, dan berbagai macam pengalaman lain.
memang, pengalaman tersebut mungkin nilainya gak begitu wah untuk saya, apalagi buat temen-temen pembaca yang lain. tapi ketika suatu momen dalam hidup kita abadikan dalam bentuk tulisan, maka itu akan jadi sweet memories (atau bad memories) kalo kita baca di masa depan. terus terang saya agak menyesal waktu sma dan kuliah dulu jarang menuliskan pengalaman hidup saya.
sebenarnya tulisan atau lintasan pikiran kita bisa selalu terabadikan dalam tulisan andai ada alat semacam helm, yang kalo kita mikirin sesuatu maka akan ter-print tuh apa yang kita pikirin. jadi abis mikirin suatu hal, tinggal di save, ntar kita klik tombol print, terus langsung ckiitt.. ckiitt.. ckiitt.. gitu *printernya kan dot metric yang kaya di wartel*
dan seiring dengan tulisan ini, gw menganjurkan diri gw sendiri agar selalulah rajin dalam menulis. tetap sehat.. tetap semangat.. Allohu Akbar
bulan februari tahun ini merupakan masa-masa terproduktif saya untuk belajar menulis di blog ini. wajar aja sih, lawong waktu luang di masa itu juga berlimpah. namun tampaknya ada tren penurunan produktivitas menulis yang konsisten pada diri saya, dari bulan ke bulan.
sibuk jadi alasan? bisa aja sih. tapi apa gak malu ama dahlan iskan? bos jawa pos yang sekarang jadi pejabat negara sewaktu jadi dirut pln masih mampu kok nulis secara konsisten. coba cek blognya, maka kau akan menemukan dia dalam sebulan masih mampu menulis 3 tulisan. dan tulisan di sini, walaupun sifatnya berupa opini atau pengalaman sendiri, bisa dia tulis dengan cukup panjang dan komprehensif. dan kebiasaan menulis tersebut masih terjaga sampai saat ini.
itu si dahlan udah dirut, lah gua.. masih cungpret aja jarang nulis, apalagi kalo udah jadi pejabat nanti nih.. (jiyeeh, kaya bakal jadi pejabat aja). so, alesan sibuk, gak banget buat diajuin. toh gw harus akuin, kok ngaku-ngaku sibuk tapi masih sempet browsing 9gag semaleman, baca manga, ataupun maen nintendo dan playstation. sompreeettt broooo!!! dasar pemalesss *ngomel sambil guling-guling*
sejujurnya, dalam hati, saya ini udah punya niatan buat nulis dan nulis dan nulis. lawong sebenarnya banyak pengalaman yang pantas diabadikan dalam tulisan kok. let say pengalaman jadi asisten ngajar di medan, pengalaman ke kuningan city untuk pertama kali, pengalaman idul qurban waktu umar usia setahun, pengalaman anggota keluarga terkena cacar dan sakit berbarengan, dan berbagai macam pengalaman lain.
memang, pengalaman tersebut mungkin nilainya gak begitu wah untuk saya, apalagi buat temen-temen pembaca yang lain. tapi ketika suatu momen dalam hidup kita abadikan dalam bentuk tulisan, maka itu akan jadi sweet memories (atau bad memories) kalo kita baca di masa depan. terus terang saya agak menyesal waktu sma dan kuliah dulu jarang menuliskan pengalaman hidup saya.
sebenarnya tulisan atau lintasan pikiran kita bisa selalu terabadikan dalam tulisan andai ada alat semacam helm, yang kalo kita mikirin sesuatu maka akan ter-print tuh apa yang kita pikirin. jadi abis mikirin suatu hal, tinggal di save, ntar kita klik tombol print, terus langsung ckiitt.. ckiitt.. ckiitt.. gitu *printernya kan dot metric yang kaya di wartel*
dan seiring dengan tulisan ini, gw menganjurkan diri gw sendiri agar selalulah rajin dalam menulis. tetap sehat.. tetap semangat.. Allohu Akbar
14 Oktober 2012
Kupang, For The First Time
Alhamdulillah, pada selasa kemarin saya diberikan kesempatan untuk menjejakkan kaki di bumi Allah yang bernama Kupang, Nusa Tenggara Timur. Walaupun dalam rangka dinas, namun saya tak akan melewatkan kesempatan untuk mengobservasi lingkungan, meet and greet dengan rakyat saya sendiri.. hehehe
Keberangkatan pesawat terjadwal pukul 7.30 WIB. kami satu tim sudah ada di bandara sejak pukul enam. karena hape saya mati, maka saya ngecas hape dulu sehabis check in sampe pukul 7.15. alhasil, kami satu rombongan hampir saja ditinggal terbang pesawat.
perjalanan kali ini adalah perjalanan udara pertama saya yang harus transit. sebelum sampai ke kupang, pesawat transit dulu di Bali. kami pun turun sebentar untuk numpang pipis. Kalau orang kaya liburan ke Bali, kami ke Bali mah cuma buat numpang pipis.. see, ketahuan kan siapa yang lebih kaya.
pesawat kami landing di di bandara el tari, kupang, kurang lebih pukul 12.30 waktu setempat. sesaat sebelum mendarat, saya sempat melihat penampakan bumi kupang dari atas pesawat. kesan pertama yang saya dapat adalah bumi tersebut sangat kering.
sesaat saya berpikir, seperti apakah karakter dari penduduk yang tinggal di wilayah ini. tentu orang yang tinggal di wilayah ini adalah orang-orang yang tangguh, kuat, dan tidak cengeng.
banyak hal yang menarik yang saya perhatikan dari kupang, antara lain sebagai berikut ...
1. ternyata nama mantan para gubernurnya diabadikan menjadi nama jalan dan bandara. el-tari, nama bandara di kupang, ternyata merupakan nama gubernur pertama NTT. tak cuma dijadikan nama bandara, patung tokoh ini menjadi semacam landmark dari kota kupang.
2. tanah di kota kupang banyak yang merupakan tanah karang. kalau biasanya karang itu ada di pantai, atau di bawah laut, di kupang karangnya ada di tengah kota. saya membayangkan, jangan-jangan dahulu sekali nusa tenggara ini merupakan bagian dari laut. namun karena pergerakan volkanik dan penyurutan air laut, maka muncul lah bumi kupang.
3. sangat jarang terjadi hujan. menurut penuturan pegawai perwakilan kantor saya, di kupang jarang sekali terjadi hujan. malahan katanya, banjir terakhir di kupang terjadi pada tahun 1990-an. bukan berarti di kupang langitnya tak pernah mendung. sepenglihatan saya beberapa kali langit mendung berarak di atas kota kupang, namun tampak hanya numpang lewat.
4. tidak ada peminta-minta. kembali menurut penuturan pegawai perwakilan kantor saya, orang kupang tidak ada yang berprofesi sebagai peminta-minta. meskipun hidupnya mungkin tidak mudah, harga diri orang kupang cukup tinggi untuk menjadi seorang peminta-minta.
5. tampak strata yang cukup sejahtera dari penduduk kupang adalah pegawai pemda setempat. yah, entah ya, namun menurut mata awam saya memang demikian faktanya. tapi sebenarnya ada strata pedagang juga yang terhitung cukup sejahtera. namun tampaknya strata pedagang ini diisi oleh warga pendatang. well, kalau saya sampai harus menjadi warga kupang saya pikir saya juga akan masuk ke strata pedagang ini sih.
6. rumah dinas gubernurnya sangat amat luas sekali dua kali tiga kali dan berkali kali. malahan kata orang yang menjemput rombongan kami, rumah dinas gubernurnya lebih luas dari kantor gubernurnya sendiri. subhanallah..
7. kesempatan untuk berbisnis di kupang sangat amat luas. masih banyak lahan yang bisa dieksplor lebih jauh lagi untuk dijadikan bisnis tersendiri. jikapun suatu bisnis sudah ada lebih dulu di kupang, namun pemainnya relatif masih sedikit. kalau saya tinggal di kupang, mungkin bisnis pertama yang akan coba saya rintis adalah bisnis bimbingan belajar dan bisnis jasa konsultasi skripsi.
di NTT ini saya baru berkesempatan bersapa dengan kupang. semoga di kesempatan yang lain, saya bsia menyapa kota-kota NTT yang lainnya. amiin..
Keberangkatan pesawat terjadwal pukul 7.30 WIB. kami satu tim sudah ada di bandara sejak pukul enam. karena hape saya mati, maka saya ngecas hape dulu sehabis check in sampe pukul 7.15. alhasil, kami satu rombongan hampir saja ditinggal terbang pesawat.
perjalanan kali ini adalah perjalanan udara pertama saya yang harus transit. sebelum sampai ke kupang, pesawat transit dulu di Bali. kami pun turun sebentar untuk numpang pipis. Kalau orang kaya liburan ke Bali, kami ke Bali mah cuma buat numpang pipis.. see, ketahuan kan siapa yang lebih kaya.
pesawat kami landing di di bandara el tari, kupang, kurang lebih pukul 12.30 waktu setempat. sesaat sebelum mendarat, saya sempat melihat penampakan bumi kupang dari atas pesawat. kesan pertama yang saya dapat adalah bumi tersebut sangat kering.
sesaat saya berpikir, seperti apakah karakter dari penduduk yang tinggal di wilayah ini. tentu orang yang tinggal di wilayah ini adalah orang-orang yang tangguh, kuat, dan tidak cengeng.
banyak hal yang menarik yang saya perhatikan dari kupang, antara lain sebagai berikut ...
1. ternyata nama mantan para gubernurnya diabadikan menjadi nama jalan dan bandara. el-tari, nama bandara di kupang, ternyata merupakan nama gubernur pertama NTT. tak cuma dijadikan nama bandara, patung tokoh ini menjadi semacam landmark dari kota kupang.
2. tanah di kota kupang banyak yang merupakan tanah karang. kalau biasanya karang itu ada di pantai, atau di bawah laut, di kupang karangnya ada di tengah kota. saya membayangkan, jangan-jangan dahulu sekali nusa tenggara ini merupakan bagian dari laut. namun karena pergerakan volkanik dan penyurutan air laut, maka muncul lah bumi kupang.
3. sangat jarang terjadi hujan. menurut penuturan pegawai perwakilan kantor saya, di kupang jarang sekali terjadi hujan. malahan katanya, banjir terakhir di kupang terjadi pada tahun 1990-an. bukan berarti di kupang langitnya tak pernah mendung. sepenglihatan saya beberapa kali langit mendung berarak di atas kota kupang, namun tampak hanya numpang lewat.
4. tidak ada peminta-minta. kembali menurut penuturan pegawai perwakilan kantor saya, orang kupang tidak ada yang berprofesi sebagai peminta-minta. meskipun hidupnya mungkin tidak mudah, harga diri orang kupang cukup tinggi untuk menjadi seorang peminta-minta.
5. tampak strata yang cukup sejahtera dari penduduk kupang adalah pegawai pemda setempat. yah, entah ya, namun menurut mata awam saya memang demikian faktanya. tapi sebenarnya ada strata pedagang juga yang terhitung cukup sejahtera. namun tampaknya strata pedagang ini diisi oleh warga pendatang. well, kalau saya sampai harus menjadi warga kupang saya pikir saya juga akan masuk ke strata pedagang ini sih.
6. rumah dinas gubernurnya sangat amat luas sekali dua kali tiga kali dan berkali kali. malahan kata orang yang menjemput rombongan kami, rumah dinas gubernurnya lebih luas dari kantor gubernurnya sendiri. subhanallah..
7. kesempatan untuk berbisnis di kupang sangat amat luas. masih banyak lahan yang bisa dieksplor lebih jauh lagi untuk dijadikan bisnis tersendiri. jikapun suatu bisnis sudah ada lebih dulu di kupang, namun pemainnya relatif masih sedikit. kalau saya tinggal di kupang, mungkin bisnis pertama yang akan coba saya rintis adalah bisnis bimbingan belajar dan bisnis jasa konsultasi skripsi.
di NTT ini saya baru berkesempatan bersapa dengan kupang. semoga di kesempatan yang lain, saya bsia menyapa kota-kota NTT yang lainnya. amiin..
![]() |
| Bakwan pertama saya di Kupang. Tukang gorengannya dari Jawa kayaknya |
![]() |
| Yang desain spanduknya geblek. Masa foto orang digabung ama jagung. Ngejek.. |
![]() |
| Well, ini cuma warung makan lamongan loh, tapi WIFI ZONE cing!! |
![]() |
| Ini semacam mini market di Kupang. Namun, harganya masih terhitung premium. Gak tau deh kalau alfamart masuk ke market ini apakah harganya akan bersaing atau tidak. |
8 Oktober 2012
Konsekuensi Finansial Sakit Gula
pada akhir bulan juli lalu saya pernah menulis tentang tingginya tingkat asam urat saya (baca di sini). alhamdulillah, tingkat asam urat itu turun drastis sampai ke poin 6 ketika saya mengukur kembali tingkat asam urat saya di pertengahan september lalu.
turunnya tingkat asam urat itu tampaknya Allah takdirkan terjadi setelah saya menjalani puasa ramadhan. tampak-tampaknya sih yang namanya puasa itu sedikit banyak mampu mengontrol penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh ini.
bayangkan saja teman-teman, saya berhasil memecahkan rekor asam urat tertinggi di kantor. dan dalam satu setengah bulan, saya berhasil memecahkan rekor lagi, kali ini dalam hal penurunan asam urat terdrastis yang pernah dicatat klinik kantor. well, you can say i am really proud of myself.
namun pagi ini, dokter kantor memberikan peringatan baru untuk saya. setelah satu setengah bulan silam beliau memperingati asam urat, kini dia memperingati saya tentang risiko terkena gula.
tadi setelah cek kadar gula, saya diberi skor oleh si mesin kesehatan sebesar 150 poin. katanya sih, skor normal kada gula itu batas atasnya sebesar 120 poin. well, walau bukan ancaman serius, skor kadar gula sesaat (KDS) ini harus saya perhatikan lebih jeli lagi ke depannya.
Diabetes Mellitus (disingkat DM), disebut-sebut oleh dokter kantor saya sebagai mother of the disease (emaknya para penyakit). sekali kita kena DM, maka penyakit-penyakit yang lain menjadi aktif. ibarat tombol switch on gitu kali ya.
menurut beliau, bahaya terbesar dari DM adalah kematian. "Mati?! terus kenapa dok? semua orang juga bakal mati kok.." begitu ucap saya sambil mengangkat sebelah alis. dan sang dokter pun menghela nafas panjang.. "hhhhh....".
kemudian dia mengambil secarcik kertas, dan menggambar sebuah bagan sederhana tentang efek sakit gula. dari bagan itu tampak sakit gula akan berefek ke sel saraf, ke mata, ke ginjal, ke jantung, dan juga otak.
walaupun agak ngeri juga ngeliat efeknya yang bervariasi, tampaknya saya masih belum cukup takut kena gula. tapi sesaat saya langsung sadar, ada konsekuensi finansial yang cukup besar dari penyakit-penyakit tersebut.
konsekuensi finansial dari gagal ginjal sekecil-kecilnya sebesar biaya yang kita keluarkan untuk cuci darah. kalau kata dokter, walau bisa diringankan kartu askes, tapi tetap aja keluar duit jutaan setiap bulan buat cuci darah.
untuk konsekuensi finansial dari sakit jantung, saya pribadi sudah ada gambaran dari sakitnya orang tua saya. sekali berobat aja bisa keluar duit ratusan ribu rupiah. padahal si dokter cuma cemek-cemek sedikit, obrol-obrol sedikit, terus ngasih obat. idih, amit-amit deh, sehatnya belon tentu, keluar duitnya udah pasti.
alhamdulillah, setelah membayangkan dampak finansial saya langsung tersadar untuk menjaga makanan saya, biar gak gampang sakit. saya harap, teman-teman juga jaga kesehatan ya.
Salam Sehat
turunnya tingkat asam urat itu tampaknya Allah takdirkan terjadi setelah saya menjalani puasa ramadhan. tampak-tampaknya sih yang namanya puasa itu sedikit banyak mampu mengontrol penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh ini.
bayangkan saja teman-teman, saya berhasil memecahkan rekor asam urat tertinggi di kantor. dan dalam satu setengah bulan, saya berhasil memecahkan rekor lagi, kali ini dalam hal penurunan asam urat terdrastis yang pernah dicatat klinik kantor. well, you can say i am really proud of myself.
namun pagi ini, dokter kantor memberikan peringatan baru untuk saya. setelah satu setengah bulan silam beliau memperingati asam urat, kini dia memperingati saya tentang risiko terkena gula.
tadi setelah cek kadar gula, saya diberi skor oleh si mesin kesehatan sebesar 150 poin. katanya sih, skor normal kada gula itu batas atasnya sebesar 120 poin. well, walau bukan ancaman serius, skor kadar gula sesaat (KDS) ini harus saya perhatikan lebih jeli lagi ke depannya.
Diabetes Mellitus (disingkat DM), disebut-sebut oleh dokter kantor saya sebagai mother of the disease (emaknya para penyakit). sekali kita kena DM, maka penyakit-penyakit yang lain menjadi aktif. ibarat tombol switch on gitu kali ya.
menurut beliau, bahaya terbesar dari DM adalah kematian. "Mati?! terus kenapa dok? semua orang juga bakal mati kok.." begitu ucap saya sambil mengangkat sebelah alis. dan sang dokter pun menghela nafas panjang.. "hhhhh....".
kemudian dia mengambil secarcik kertas, dan menggambar sebuah bagan sederhana tentang efek sakit gula. dari bagan itu tampak sakit gula akan berefek ke sel saraf, ke mata, ke ginjal, ke jantung, dan juga otak.
walaupun agak ngeri juga ngeliat efeknya yang bervariasi, tampaknya saya masih belum cukup takut kena gula. tapi sesaat saya langsung sadar, ada konsekuensi finansial yang cukup besar dari penyakit-penyakit tersebut.
konsekuensi finansial dari gagal ginjal sekecil-kecilnya sebesar biaya yang kita keluarkan untuk cuci darah. kalau kata dokter, walau bisa diringankan kartu askes, tapi tetap aja keluar duit jutaan setiap bulan buat cuci darah.
untuk konsekuensi finansial dari sakit jantung, saya pribadi sudah ada gambaran dari sakitnya orang tua saya. sekali berobat aja bisa keluar duit ratusan ribu rupiah. padahal si dokter cuma cemek-cemek sedikit, obrol-obrol sedikit, terus ngasih obat. idih, amit-amit deh, sehatnya belon tentu, keluar duitnya udah pasti.
alhamdulillah, setelah membayangkan dampak finansial saya langsung tersadar untuk menjaga makanan saya, biar gak gampang sakit. saya harap, teman-teman juga jaga kesehatan ya.
Salam Sehat
5 Oktober 2012
Godaan Puasa Sunnah
puasa sunnah biasanya relatif agak sulit dijalankan bagi orang yang
imannya tipis kaya saya ini. digoda bau indomie goreng aja bisa goyah.
"astaghfirullah, maafin saya ya Allah.. hari ini saya absen dulu" ucap
saya pada suatu hari ketika benar-benar tergoda makanan seraya
membatalkan puasa senin saya.
hari ini saya kembali mengalami
godaan puasa lagi, dengan level yang lebih dahsyat. kalo indomie goreng
kita ibaratkan sebagai super saiya 1, godaan yang ini ibarat super saiya
3, sambil fushion pulak. godaan ini, tak lain tak bukan adalah segelas
es cincau seger, fresh from the gerobak.
sebenernya salah saya
juga sih, udah tau puasa malah maen futsal. tapi kalo saya gak maen
futsal, saya gak olahraga. gak olahraga, gak sehat. gak boleh donk. jadi
ya main futsal iya, puasa iya. mantep kan?!
sebenernya gak
mantep-mantep amat sih. lawong abis maen futsal ngantor kok. kan di
kantor adem, ber-AC. puasa mah gak berasa dimarih. tau-tau udah deket
maghrib aje.
namun ternyata godaannya bukan terdapat di kantor,
tapi terdapat di perjalanan menuju kantor. udah abis main futsal, harus
ngadepin macet, eh, ada tukang cincau lagi mejeng ngelayanin
pelanggannya.
tampak di mata ini si abang cincau bergerak secara
slow motion. diciduk cincaunya dengan centong plastik, melayang-layang
si centong plastik di udara, dan SPLASH.. masuklah sang cintau ke dalam
gelas.. di dalam gelas, tampak sang cincau bergoyang-goyang dengan
gembira.
rangkaian gerakan itu berhasil menyeret air liur saya
keluar dari mulut. slurp.. dan tiba-tiba saja otak saya jadi ngeres,
tetiba terbayang es degan, es cendol, es teh manis, dan minuman segar
lainnya yang baru keluar dari kulkas.
cobaan hai cobaan.. pergilah engkau.. hus hus..
Langganan:
Postingan (Atom)



