Tampilkan postingan dengan label quotation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quotation. Tampilkan semua postingan

1 April 2011

Roll It Up

Tadi ketika di jalan, saya mencoba membayangkan seperti apa anak saya nanti. ketika asyik menerka-nerka tiba-tiba saya teringat diri saya waktu kecil. situasi waktu saya kelas 5 SD dan lagi belajar matpel (mata pelajaran) KTK (Keterampilan Tangan dan Kesenian) terbayang jelas di kepala ini. Maghrib itu, saya sedang mencoba menghafal not balok dan rumus-rumusnya sambil roll depan-roll belakang. macam mana ada cara belajar seperti itu.. ada- ada saja. kini saya baru sadar, itulah alasan saya sangat tidak mahir dalam alat musik. karena bukannya saya belajar musik, saya malah berlatih olahraga. gak singkron.
partanyaannya.. akan jadi seperti apa kamu nanti, nak?

"mau dibawa kemanaa.."

1 Februari 2011

NGIMPIII!!!

if you can dream it, you can do it -Walt Disney-
Kalimat di atas jamak diucap oleh siapapun. Kalimat di atas tentu bukan monopoli seseorang bernama Walt Disney. Kalimat di atas adalah sebuah hukum dalam kehidupan. Kalimat di atas tak ubahnya seperti hukum yang menyatakan bahwa air mengalir ke tempat yang lebih rendah. Kalimat di atas adalah sebuah keniscayaan, sebagaimana keniscayaan bahwa orang yang hidup pasti akan mati. Ya, bagi setiap manusia, jika kau bisa memimpikannya, maka kau bisa melakukannya. Sebait kalimat yang diucapkan oleh Disney ini nyata terjadi. Dahulu orang-orang memimpikan merentas samudra, lalu kapal lautpun berkembang dari masa ke masa. Dulu orang-orang memimpikan bisa terbang di angkasa, dan kini jalur udara sudah jadi jalur transportasi yang biasa. Mungkin hanya jatah nyawa yang membatasi usaha manusia untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Bagi saya, hal-hal di atas adalah contoh-contoh besar dari mimpi-mimpi yang terwujud yang pernah dibuat manusia. Tapi saya pribadi adalah saksi dari mimpi-mimpi yang diperjuangkan teman-teman saya, yang sudah terwujud, atau terwujud dalam ragam tertentu. Saya adalah saksi dari seorang Akhmad Bashori yang tidak berhasil menjadi ketua BEM UI, tapi kini malah menjadi seorang motivator tingkat nasional, dengan fee profesional. Dulu teman-teman kosan suka membercandai Bashori yang setiap pagi tak lupa melihat cermin sambil latihan orasi. Tak lupa Bashori berlatih dengan tekun template dari trainer training ESQ. "BERSUJUUUUUDDD!!!!..." adalah pekik yang paling sering kami dengar dari kamar kosannya, tak lupa ditambah ekspresi lelah dari Muhammad Kholid sebagai sang "korban" dari latihan Bashori. Kini semua tahu, semua mengakui, bahwa Bashori telah berhasil dalam karirnya sebagai trainer. Kini semua orang menanti, langkah maju apalagi yang berhasil Bashori capai. Saya juga merupakan salah satu saksi dari mimpi teman-teman Pengmas FEUI yang berhasil membantu menguliahkan beberapa anak jalanan. Betapa teman-teman masih sangat yakin bisa mengajak anak-anak jalanan yang dibina oleh Pak Rohim di Rumah Singgah di Masjid Terminal untuk mengikuti program pelatihan jelang ujian masuk universitas. Meski beberapa pihak tampak setengah mencemooh dan pesimis, teman-teman panitia dan Senat tetap maju dengan optimis. Dan alhamdulillah beberapa dari teman-teman yang mengikuti program tersebut bisa lolos menjadi mahasiswa UI. Allahu akbar.. Ratusan teman saya berhasil mencapai mimpi-mimpi kecil mereka. Sebagian darinya berhasil mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Dan kita semua tahu, kalau kita bisa bermimpi, maka kita pasti juga bisa mewujudkannya. Dan hanya nyawa menjadi batas kita. Allahu a'lam

26 Januari 2011

Yang Sederhana Aja

-Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...-
Kemarin saya baru saja menguplak-uplak arsip lama kantor dan akhirnya menemukan majalah tempo pertengahan 2010. Di situ ada ulasan tentang seorang tokoh yang ketika kuliah akrab kudengar namanya, Sapardi Djoko Darmono. Dialah sang pembuat puisi dengan judul 'Aku Ingin', sebuah puisi yang jamak dikutip dalam undangan-undangan pernikahan. Sebuah puisi yang sederhana tapi sangat mengena. Iya, sederhana. justru karena sederhana ia sangat amat mengena di hati. Waktu pertama kali saya membaca puisi ini, terus terang saya ternganga, atau dalam bahasa keseharian di rumah saya, NGANGAP (ngangap adalah suatu kondisi dimana mulut terbuka lebar seperti ingin menelan sesuatu, bisa juga terjadi sebagai wujud ekspresi kaget atau kagum).
Dalam ulasan itu ditulis bahwa Sapardi pernah dikritik karena puisinya memiliki perbendaharaan kata yang minim, di ulang-ulang, dan tidak kompleks. Tapi justru disitu menurutku kekuatan dari puisi-puisi beliau. Beliau berhasil mengulik hal-hal yang sederhana yang sering tidak kita sadari bahwa hal-hal tersebut sangat sarat makna.
Terus terang, sedari awal saya sangat penasaran, darimana munculnya kemampuan mengupas hal-hal sederhana seperti itu. Ulasan Tempo itu sedikit memberikan jawaban, mungkin karena Sapardi tak disibukkan mendengar kisruh dan hingar bingar tontonan pertelevisian. Dia tak pernah menyetel televisi, demikian Tempo berkata. Saya mengambil kesimpulan, selain karena berbakat dan berpengalaman, insting Dam (salah satu sapaan Sapardi ) itu tetap tajam karena tidak ditumpulkan oleh hal-hal yang kelewat kompleks. Kita ambil contoh, saat kau memacu kencang mobilmu di jalanan, apakah kau bisa menikmati pemandangan di samping kanan-kiri jalan yang kau lalui? Buat saya, pemandangan di kanan-kiri jalan baru bisa saya nikmati kalau saya mengendarai mobil saya dengan pelan-pelan. Jalanan semakin bisa dinikmati dan saya kenali jika saya pelan-pelan mengamatinya dengan bersepeda atau berjalan kaki. begitu pula dalam mengambil 'hikmah' dalam setiap kejadian-kejadian kecil, akan sulit dilakukan jika kita terlalu 'mengebut' mobil kehidupan kita. Dan buat saya menikmati hingar bingar tontonan televisi adalah salah satu cara untuk 'mengebut' hidup kita. Efeknya adalah kita menjadi lalai pada hal-hal yang ada disekitar kita.
Belajarlah melihat secara lebih dalam, melihat dengan kesederhanaan. Belajarlah bertutur dengan kesederhanaan, karena dengan begitu mungkin makna terdalam bisa di sampaikan. Maka izinkanlah saya menuliskan bait puisi sederhana ini untuk istri saya tercinta:
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti marka jalan yang tak pernah berubah, agar kau tak kehilangan arah
Aku ingin mencintaimu dnegna sederhana, seperti kerelaan kertas koran yang tak melawan, walau tertulis ribuan aksara di atasnya
-AlKautsar, 2011-
26 Januari 2011

25 Mei 2010

Manfaat

Orang yang paling baik diantara kamu adalah yang paling banyak memberikan manfaatnya (Al-Hadits)

30 Maret 2010

Akew 1

cinta itu adiktif dan progresif (Isa,2009)

Akew 1

cinta itu adiktif dan progresif (Isa,2009)

Wahyu Dede 1

ini bukan tentang wahyu dari Tuhan kepada hamba yang bernama Dede. tapi ini tentang perkataan salah satu teman saya yang dinamai oleh orang tuanya Wahyu Dede Kusuma. teman saya itu pernah berkata: "yang membuat seseorang sering merasa cemas adalah harapan pada masa depan dan kenangan pada masa lalu".