Kadang ketika di jalan saya suka mikirin sesuatu. Hal yang terpikirkan itu jika sempat akan saya tuliskan di telepon genggam saya. Saya membuat beberapa folder yang dibagi berdasarkan tema. Diantara semua folder yang ada, yang cukup sering di update adalah folder "Catatan Harian Untuk Rina" yang berisi lintasan-lintasan pikiran saya ketika saya kepikiran tentang dia. hehe.. so saya akan update terus rekapannya setiap bulan di blog ini. Sebuah gombalan untuk istri saya yang agak sulit saya ucapkan kalau bertatap muka. Semoga dia membaca ini :)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
I love my wife. Saya mnta maaf kalau perhatian saya ke dia masih kurang. Tapi itu tak bs mngerdilkan besarnya cinta saya kepada wanita yang sedang mengandung anakku ini. Perilakunya memang tak sempurna, tapi ia masih begitu mempesona. Demikian gombalku malam ini. Untuk istriku, Rina saja..
9 januari 2011
Sekarang dia sedang apa ya?
10 januari 2011
Di lampu merah ini saya hanya ingin berkata "I love you, rina. More than yesterday. I love you Allah. Thanks for all".
11 Januari 2011
Istriku. Klo aku ditempatin di papua, kamu kudu teteup ikut aku yaa.. Hehe.
12 Januari
Entah apa jadinya hidupku tanpa kehadirannya. Rina, terima kasih ya :)
15 Januari 2011
Dia tertidur disampingku. Alhamdulillah. Selamat malam istriku sayang, dan anakku yg manis..
16 Januari 2011
Well, kemarin saya dikabarkan o/ istri saya bahwa dia diterima di Kemenhub. Alhamdulillah.. Sekarang, secara resmi dia telah keluar dari keanggotan Ibu2 Rumah Tangga Saja. Terus terang saya sangat senang mndengar suara dia yg sgt sumringah saat dia memberitahukan kabar itu. Terimakasih ya Allah atas karuniaMu. Hanya saja yang agak saya khawatirkan adalah, apakah dia memiliki keluangan waktu u/ mengurus bayi kami nanti. Mengingat bs jd kerjaan sbgai anak baru tidaklah sedikit. Sekali lagi saya ucapkan selamat wahai istriku.
19 Januari 2011
Mumpung masih inget, I love my wife. Muah.
20 Januari 2011
Tempat saya latihan nulis. sekaligus tempat saya membagi pengalaman dan pemikiran. monggo di komen..
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
11 Februari 2011
26 Januari 2011
Yang Sederhana Aja
-Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...-
Kemarin saya baru saja menguplak-uplak arsip lama kantor dan akhirnya menemukan majalah tempo pertengahan 2010. Di situ ada ulasan tentang seorang tokoh yang ketika kuliah akrab kudengar namanya, Sapardi Djoko Darmono. Dialah sang pembuat puisi dengan judul 'Aku Ingin', sebuah puisi yang jamak dikutip dalam undangan-undangan pernikahan. Sebuah puisi yang sederhana tapi sangat mengena. Iya, sederhana. justru karena sederhana ia sangat amat mengena di hati. Waktu pertama kali saya membaca puisi ini, terus terang saya ternganga, atau dalam bahasa keseharian di rumah saya, NGANGAP (ngangap adalah suatu kondisi dimana mulut terbuka lebar seperti ingin menelan sesuatu, bisa juga terjadi sebagai wujud ekspresi kaget atau kagum).
Dalam ulasan itu ditulis bahwa Sapardi pernah dikritik karena puisinya memiliki perbendaharaan kata yang minim, di ulang-ulang, dan tidak kompleks. Tapi justru disitu menurutku kekuatan dari puisi-puisi beliau. Beliau berhasil mengulik hal-hal yang sederhana yang sering tidak kita sadari bahwa hal-hal tersebut sangat sarat makna.
Terus terang, sedari awal saya sangat penasaran, darimana munculnya kemampuan mengupas hal-hal sederhana seperti itu. Ulasan Tempo itu sedikit memberikan jawaban, mungkin karena Sapardi tak disibukkan mendengar kisruh dan hingar bingar tontonan pertelevisian. Dia tak pernah menyetel televisi, demikian Tempo berkata. Saya mengambil kesimpulan, selain karena berbakat dan berpengalaman, insting Dam (salah satu sapaan Sapardi ) itu tetap tajam karena tidak ditumpulkan oleh hal-hal yang kelewat kompleks. Kita ambil contoh, saat kau memacu kencang mobilmu di jalanan, apakah kau bisa menikmati pemandangan di samping kanan-kiri jalan yang kau lalui? Buat saya, pemandangan di kanan-kiri jalan baru bisa saya nikmati kalau saya mengendarai mobil saya dengan pelan-pelan. Jalanan semakin bisa dinikmati dan saya kenali jika saya pelan-pelan mengamatinya dengan bersepeda atau berjalan kaki. begitu pula dalam mengambil 'hikmah' dalam setiap kejadian-kejadian kecil, akan sulit dilakukan jika kita terlalu 'mengebut' mobil kehidupan kita. Dan buat saya menikmati hingar bingar tontonan televisi adalah salah satu cara untuk 'mengebut' hidup kita. Efeknya adalah kita menjadi lalai pada hal-hal yang ada disekitar kita.
Belajarlah melihat secara lebih dalam, melihat dengan kesederhanaan. Belajarlah bertutur dengan kesederhanaan, karena dengan begitu mungkin makna terdalam bisa di sampaikan. Maka izinkanlah saya menuliskan bait puisi sederhana ini untuk istri saya tercinta:
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti marka jalan yang tak pernah berubah, agar kau tak kehilangan arah
Aku ingin mencintaimu dnegna sederhana, seperti kerelaan kertas koran yang tak melawan, walau tertulis ribuan aksara di atasnya
-AlKautsar, 2011-
26 Januari 2011
25 Januari 2011
Medan Merdeka Barat Optimis
Hari ini, tak semegah hari kemarin. Maksudnya pencapaian saya dalam pemberesan dokumen tak serapih dan setuntas kemarin hari. ha ha.. dan berbulan-bulan saya kerja, ngeberesi kertas aja saya gak becuh. Pret. Tapi di tengah kabar nelangsanya saya ini, kabar gembira muncul dari Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya kabar istri saya. Dia mengabarkan di tempat kerjanya sekarang dia cukup optimis bisa memberikan kontribusi maksimal untuk institusinya. Saya senang, saya gembira, saya puas. Saya siap membantu dia. ha..ha..
Istriku, aku sayang kamu.. #eeaa..
25 Januari 2011
24 Januari 2011
Mengantar Istri
Hari ini Alhamdulillah saya sangat puas karena hari ini pertama kali saya mengantarkan istri ke kantornya di Kemenhub. Perasaan saya saat melihat dia masuk gerbang kantornya mungkin sama seperti orang tua yang melihat anaknya masuk sekolah pertama kali. Saya senang karena dia akhirnya punya ruang untuk berkontribusi. Saya senang karena dia bisa mendayagunakan kapabilitasnya yang luar biasa. Saya menikahi wanita yang hebat. Saya menikahi wanita yang cerdas. Saya menikahi Rina Puspitaningrum. Love you beib, eh Rin :)
"... semakin hari terbangun, aku memikirkanmu ..." -Sheila On 7-
24 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)