8 Oktober 2012

Konsekuensi Finansial Sakit Gula

pada akhir bulan juli lalu saya pernah menulis tentang tingginya tingkat asam urat saya (baca di sini). alhamdulillah, tingkat asam urat itu turun drastis sampai ke poin 6 ketika saya mengukur kembali tingkat asam urat saya di pertengahan september lalu.

turunnya tingkat asam urat itu tampaknya Allah takdirkan terjadi setelah saya menjalani puasa ramadhan. tampak-tampaknya sih yang namanya puasa itu sedikit banyak mampu mengontrol penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh ini.

bayangkan saja teman-teman, saya berhasil memecahkan rekor asam urat tertinggi di kantor. dan dalam satu setengah bulan, saya berhasil memecahkan rekor lagi, kali ini dalam hal penurunan asam urat terdrastis yang pernah dicatat klinik kantor. well, you can say i am really proud of myself.

namun pagi ini, dokter kantor memberikan peringatan baru untuk saya. setelah satu setengah bulan silam beliau memperingati asam urat, kini dia memperingati saya tentang risiko terkena gula.

tadi setelah cek kadar gula, saya diberi skor oleh si mesin kesehatan sebesar 150 poin. katanya sih, skor normal kada gula itu batas atasnya sebesar 120 poin. well, walau bukan ancaman serius, skor kadar gula sesaat (KDS) ini harus saya perhatikan lebih jeli lagi ke depannya.

Diabetes Mellitus (disingkat DM), disebut-sebut oleh dokter kantor saya sebagai mother of the disease  (emaknya para penyakit). sekali kita kena DM, maka penyakit-penyakit yang lain menjadi aktif. ibarat tombol switch on gitu kali ya.

menurut beliau, bahaya terbesar dari DM adalah kematian. "Mati?! terus kenapa dok? semua orang juga bakal mati kok.." begitu ucap saya sambil mengangkat sebelah alis. dan sang dokter pun menghela nafas panjang.. "hhhhh....".

kemudian dia mengambil secarcik kertas, dan menggambar sebuah bagan sederhana tentang efek sakit gula. dari bagan itu tampak sakit gula akan berefek ke sel saraf, ke mata, ke ginjal, ke jantung, dan juga otak.

walaupun agak ngeri juga ngeliat efeknya yang bervariasi, tampaknya saya masih belum cukup takut kena gula. tapi sesaat saya langsung sadar, ada konsekuensi finansial yang cukup besar dari penyakit-penyakit tersebut.

konsekuensi finansial dari gagal ginjal sekecil-kecilnya sebesar biaya yang kita keluarkan untuk cuci darah. kalau kata dokter, walau bisa diringankan kartu askes, tapi tetap aja keluar duit jutaan setiap bulan buat cuci darah.

untuk konsekuensi finansial dari sakit jantung, saya pribadi sudah ada gambaran dari sakitnya orang tua saya. sekali berobat aja bisa keluar duit ratusan ribu rupiah. padahal si dokter cuma cemek-cemek sedikit, obrol-obrol sedikit, terus ngasih obat. idih, amit-amit deh, sehatnya belon tentu, keluar duitnya udah pasti.

alhamdulillah, setelah membayangkan dampak finansial saya langsung tersadar untuk menjaga makanan saya, biar gak gampang sakit. saya harap, teman-teman juga jaga kesehatan ya.

Salam Sehat

5 Oktober 2012

Godaan Puasa Sunnah

puasa sunnah biasanya relatif agak sulit dijalankan bagi orang yang imannya tipis kaya saya ini. digoda bau indomie goreng aja bisa goyah. "astaghfirullah, maafin saya ya Allah.. hari ini saya absen dulu" ucap saya pada suatu hari ketika benar-benar tergoda makanan seraya membatalkan puasa senin saya.

hari ini saya kembali mengalami godaan puasa lagi, dengan level yang lebih dahsyat. kalo indomie goreng kita ibaratkan sebagai super saiya 1, godaan yang ini ibarat super saiya 3, sambil fushion pulak. godaan ini, tak lain tak bukan adalah segelas es cincau seger, fresh from the gerobak.

sebenernya salah saya juga sih, udah tau puasa malah maen futsal. tapi kalo saya gak maen futsal, saya gak olahraga. gak olahraga, gak sehat. gak boleh donk. jadi ya main futsal iya, puasa iya. mantep kan?!

sebenernya gak mantep-mantep amat sih. lawong abis maen futsal ngantor kok. kan di kantor adem, ber-AC. puasa mah gak berasa dimarih. tau-tau udah deket maghrib aje.

namun ternyata godaannya bukan terdapat di kantor, tapi terdapat di perjalanan menuju kantor. udah abis main futsal, harus ngadepin macet, eh, ada tukang cincau lagi mejeng ngelayanin pelanggannya.

tampak di mata ini si abang cincau bergerak secara slow motion. diciduk cincaunya dengan centong plastik, melayang-layang si centong plastik di udara, dan SPLASH.. masuklah sang cintau ke dalam gelas.. di dalam gelas, tampak sang cincau bergoyang-goyang dengan gembira.

rangkaian gerakan itu berhasil menyeret air liur saya keluar dari mulut. slurp.. dan tiba-tiba saja otak saya jadi ngeres, tetiba terbayang es degan, es cendol, es teh manis, dan minuman segar lainnya yang baru keluar dari kulkas.

cobaan hai cobaan.. pergilah engkau.. hus hus..

24 September 2012

Sang Pedagang Nelangsa

pada suatu malam, saya dan istri saya sedang berkencan di kawasan cempaka putih. kami memilih untuk bersantap malam di sebuah kedai mie ayam pinggir jalan. meskipun hitungannya makan di emperan, tapi buat saya situasi romantisnya tetap bisa didapatlah.

ketika sedang asik menunggu pesanan jadi, kami dihampiri oleh seorang pria tengah baya. pria tersebut bertampang sangat nelangsa, seperti seluruh beban hidup dunia ini tertimpa di pundaknya. dia berpakaian agak lusuh, berkemeja, dan terkesan merupakan orang kampung yang kikuk karena baru saja hidup di kota.

ternyata dia mencoba menawarkan barang dagangannya, semacam tas go green gitu dan sejumlah tissue. istri saya yang tampaknya terenyuh hampir saja membeli barang dagangannya. namun tangan saya sigap menahan istri saya. "gak usah" ucap saya pelan.

entah kenapa seketika saja saya menahan istri saya dari berbuat "baik". jamak bagi kebanyakan orang untuk membeli dagangan orang yang tampak nelangsa untuk sedikit meringankan beban hidup orang tersebut. namun insting saya mengatakan dia bukan orang yang pantas dikasihani.

sejenak saya berpikir, alangkah kejamnya saya. "biarin!" celetuk alter-ego saya. dengan sedikit perasaan menyesal saya bertekad untuk shodaqoh untuk mengkompensasi kekejaman saya hari ini.

menit-menit pun berlalu. karena pesanan makanannya tak kunjung tersedia, istri saya berinisiatif untuk pergi ke mini market terdekat untuk membeli air mineral. saya perhatikan dari tempat saya nongkrong, "sang pedagang nelangsa" itupun juga masuk ke mini market tersebut. "keren juga dia, belanjanya di mini market" ucap saya dalam hati.

setelah selesai belanja, istri saya langsung menghampiri saya, tampak ingin melaporkan sesuatu. "abiii!!! si pedagang tadi ternyata tajir biii!!!" ucapnya. menurut penuturan istri saya, "sang pedagang nelangsa" tersebut sempat menghitung uangnya di dalam mini market. tampak beberapa helai uang seratus ribuan, lima puluh ribuan, dua puluh ribuan dia tata ulang di dompetnya.

istri saya syok, karena dia sendiripun cuma membawa uang sehelai lima puluh ribu. gambaran pedagang yang tampak susah sekali hidupnya itu langsung sirna di mata istri saya. dan kalau istri saya syok, saya sampai tahap jengkel berat. karena waktu lagi kencan itu, saya sebenarnya cuma bawa uang dua puluh ribu, dan sebenarnya lagi minta ditraktir istri saya.

menurut penuturan pedagang mie ayam di tempat kami nongkrong, ternyata "sang pedagang nelangsa" itu sering sekali nongkrong di kawasan sekitar cempaka putih. setiap malam, menurut tukang mie ayam, dia bisa mendapatkan uang ratusan ribu rupiah.

prejudice awal saya adalah "sang pedagang nelangsa" tersebut sengaja mengeksploitir kenelangsaannya untuk mendapatkan simpati calon pembeli. simpati ini kemudian berbanding lurus terhadap peningkatan sales si pedagang. agak tricky juga ya.. kampret..

kisah di atas memuat banyak hikmah. hikmah yang paling nyata kelihatan adalah "don't judge the book by the cover". muka nelangsa belum tentu hidupnya nelangsa, bisa jadi hidupnya lebih bahagia.

hikmah berikutnya adalah kalau mau beli barang, gak usahlah pake iba-ibaan. kalau emang mau sekalian sedekah, saya sarankan jangan pasang prejudice. jangan pake pasang prasangka macam "jangan-jangan dia nelangsa boong2an nih". kalo pasang prasangka, gak jadi-jadi lu beramal, rugi sendiri.

saya pribadi sih punya rules tersendiri buat sedekah. saya lebih prefer ngasih makanan/minuman ke pengemis. ke anak kecil yang minta-minta, saya gak pernah kasih duit, saya prefer kasih susu kotak yang kecil. terus kalau pun mau ngasih duit ke tukang minta-minta, saya terminate segala macam prejudice di otak saya.

pengalaman yang saya tulis di atas bisa jadi kasuistis. dan saya minta ke teman-teman sekalian jangan juga nge-judge pedagang yang bertampang nelangsa itu sedang mengeksploitasi kenelangsaannya. tapi harap diambil pelajaran buat kita, kalau kita berdagang, gak usah lah minta dikasihanin buat dibeli barangnya. karena percaya aja dah, rezeki itu Allah yang ngasih.

selamat mencari rezeki teman-teman.. salam senin pagi!!

10 September 2012

7 September 2012

Pengalaman Menginap di Kampus

di sore  ini, salah seorang temanku nge-twit dengan tagar HalYangDisukaiDiFEUI. bunyi twit dia kurang lebih seperti berikut "makan mie yamin di Kantin FE #HalYangDisukaiDiFEUI". meskipun sejatinya mie yamin bisa dikonsumsi dimanapun, namun mengingat masa-masa makan mie yamin di kantin FE membawa kenangan tersendiri buat diri saya.

kalau saya pribadi, banyak kenangan yang terpatri selama masa-masa saya kuliah di FEUI. kenangan tersebut bervariasi dari kenangan yang sifatnya remeh temeh sampai serius. yang biasa aja, sampai yang sangat-sangat berkesan. kenangan remeh temeh tapi sangat sangat berkesan dari kampus saya dulu adalah masa-masa saya bisa memandangi langit biru yang berarak. yang spesialnya lagi, pemandangan tersebut saya nikmati dari rimbunnya pepohonan di taman kecil yang melingkari kolam air macur makara abu-abu.

selain kenangan pandang memandang langit, kenangan lain yang cukup berkesan buat saya adalah kenangan nginep di ruangan organisasi kampus, wabil khusus nginep di kampus. jaman saya masih muda dulu, saya masih aktif ikut kepanitiaan dan organisasi. kadang, dalam mempersiapkan suatu acara, para panitia atau anggota organisasi mau gak mau kudu menginap di kampus.

dulu jamannya masih kyut, saya pernah menjadi panitia acara wisuda feui. waktu itu saya mendaftarkan diri sebagai seksi dekorasi. bos saya waktu itu sudah mewanti-wanti dari jauh-jauh hari bahwa semakin mendekati hari H, maka intensitas staf dekor untuk "ngantor" makin tinggi. bahkan katanya hampir bisa dipastikan gak bisa tidur ketika malam H-1.

hari dekor mendekor tersebut, merupakan kali pertamanya saya nginep di kampus. tentu dengan tidak menikmati tidur di malam harinya. yaah, sempet juga sih tidur-tidur ayam gitu. sekejep, dua kejep. tapi yaa gitu deh. hikmah dari gak tidur semaleman itu antara lain bisa menikmati segarnya udara subuh hari di kampus.

selain dapet kesempatan menginap dari mendekor, saya juga dapet kesempatan menginap di kampus ketika harus nge-bidding beberapa calon tim kepanitiaan acara di kampus. kalau yang ini, sama aje gak bisa tidurnya. walaupun ada sejumlah trik yang bisa dilakukan sih buat tidur-tidur ayam. namun trik tidur ayam ini harus dilakukan bergantian diantara petugas yang nge-bidding. kalo para petugas bidding tidurnya barengan mah, nanti ketauan atuh ama calon panitia yang di biddingnya. hehe

pada beberapa kesempatan, saya benar-benar bisa tidur ketika menginap di kampus. beberapa tempat yang pernah saya tiduri dengan sukses antara lain adalah mushola, ruang senat, ruang fsi. alhamdulillah, selama menginap disana gak pernah diganggu ama kejadian-kejadian aneh. palingan yang bikin stres adalah kalau malem-malem susah nyari wc. sudahlah rata-rata wc dikunciin, eh dikala nemu, aernya mati. buset dah, bersucinya pake apaan donk guah? digesek-gesek pake batu gitu? lecet donk..

intinya, menginap di kampus itu asik tapi keasikan itu ada tanda bintangnya, alias syarat ketentuan berlaku. yang pertama, asalkan ada temennya. minimal banget ditemenin moly lah, biar gak sepi. yang kedua, pastikan bawa perlengkapan yang cukup. jangan lupa pake baju, jangan telanjang bugil, nanti dinyamukin. yang ketiga, bawa leptop.. biar bisa nge-wifi sampe pagi.. hehe..

16 Agustus 2012

Kehendak Allah dan Altruisme

Pada dasarnya, manusia itu altruis. begitu kira-kira kata salah satu teman ku di psikologi, heaggy kearens anak anker bogor. altruis itu secara sederhana bisa diartikan sebagai semangat untuk berbagi. kalo definisi lebih lengkapnya bisa dicek di sini.

semangat untuk berbagi bisa diejewantahkan dengan beberapa kegiatan. berzakat fitrah, bershodaqoh, membagikan makanan, membagikan susu ke pengamen cilik, mengajar di rumah singgah adalah sedikit dari banyak contoh kegiatan tersebut.

terkadang ada dorongan tersendiri dari dalam diri kita sehingga kita akan mencari sendiri saluran untuk berbagi. ada juga dorongan dari dalam diri untuk melakukan kegiatan berbagi. tapi sering kali kita harus distimulus oleh kondisi tetentu sehingga kegiatan berbagi itu bisa tereksekusi.

ada satu program yang bagus dari sejumlah lembaga amil zakat yang ada sekarang, yaitu program jemput zakat. sang amil akan mendatangi para muzaki yang ingin membayarkan zakatnya. sang muzaki pun dimudahkan oleh sistem tersebut untuk membayarkan zakatnya.

namun kadang ada sejumlah situasi yang memang Allah desain khusus agar kita mau berbagi, tanpa perlu banyak campur tangan manusia. tetiba saja kita ditempatkan Allah pada suatu situasi yang membuat kita mudah untuk memberi. bisa saja kita digerakan Allah ke tempat orang yang membutuhkan, atau orang yang membutuhkan tersebut yang Allah gerakan menghampiri kita.

pada suatu hari, rekan-rekan senat saya mengadakan acara buka bersama di daerah fatmawati. ternyata jumlah yang makanan yang sudah dipesan melebihi jumlah peserta yang hadir. setelah acara selesai, mulailah dibungkus-bungkusin tuh makanan yang belum sempat tercolek.

rombongan mobil saya kebagian cukup banyak makanan yang dibungkus. bungkusan yang kami bawa terdiri dari beberapa lauk dan sejumlah besar nasi. niatnya sih tentu ingin kami berikan saja ke orang yang membutuhkan. tapi, dimana kami bisa menemukan orang yang membutuhkan makanan tersebut?

"nanti Allah juga nunjukin harus dikasih ke siapa" begitu pikirku dan teman-teman semobil. kami pun pergi meninggalkan restoran tempat acara digelar ke arah jalan raya fatmawati. setelah memutar balik, sejumlah teman pun turun untuk suatu urusan. sisa penumpang lainnya melanjutkan kembali perjalanan.

masih di fatmawati, jalanan menuju belokan ke arah Citos mulai padat. sayapun mulai melipir ke ruas kiri jalan agar bisa berbelok. tak dinyana setelah berhasil masuk ke ruas kiri jalan, mobil yang saya kendarai mogok. panik karena di belakang banyak yang ngantri. mau cari siapa yang bisa bantu dorong kayaknya agak sulit, karena di luar gak terlalu banyak orang mungkin mau bantu.

dan munculah tiga sosok lelaki yang tampak sudah kepayahan setelah lelah memulung. mereka berjalan menelusuri trotoar dan berada kebetulan tepat sekali disamping kiri moncong mobil kami.

"Eric, PANGGIL!!!" begitu pintaku ke teman saya eric. dengan sigap eric melambaikan tangan ke para pemulung itu. tanpa diperintah lebih lanjut, istri saya yang duduk di bangku belakang mengoperkan bungkusan makanan ke arahku untuk diberikan ke para pemulung itu.

detik itu ketika mobil sedang mogok, dan ada pemulung yang lewat, yang terlintas di otak kami pertama kali bukanlah meminta mereka mendorong mobil mogok kami. yang pertama melintas di otak kami justru keinginan untuk memberi makanan. bukan keinginan meminta, tapi memberi, sisi altruismenya lah yang muncul lebih dulu.

dan keinginan memberi ini telah Allah fasilitasi dengan dimogokannya mobil kami. andai mobil kami berjalan dengan lancar, sulit untuk kami berpapasan dengan para pemulung ataupun orang-orang yang membutuhkan. andai si pemulung Allah arahkan jalan ke tempat lain, hampir mustahil sang pemulung akhirnya bisa menikmati makanan bungkusan restoran. Allah berkehendak.

selain dapat bonus dikasih kesempatan buat memberi, ternyata kami yang di mobil dikasih bonus tenaga tambahan buat dorong mobil. para pemulung tersebut ternyata dengan sigap langsung mendorong mobil kami. Alhamdulillah, berikutnya mobil kami pun bisa berjalan dengan lancar lagi.

kita memang punya rencana. tapi Allah lah yang berkehendak. dan kita sering banget dibantu Allah buat ngewujudin rencana-rencana baik kita. saatnya buat kita untuk banyak-banyak bersyukur ke Dia.

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

3 Agustus 2012

Salah Satu Hero di Film India, Mithun Chakraborty

dulu waktu jaman saya masih sd, biasanya di hari jum'at channel tpi selalu menayangkan film india. terus terang saya merupakan penggemar berat film india kala itu. mungkin hal itu disebab kesesuaian dengan psikologis saya yang masih anak-anak yang menyukai film-film aksi ala india.

sekarang, saya perhatikan jarang ada film india yang tema sentralnya adalah aksi dan balas dendam. sekarang itu film india biasanya tema sentralnya adalah cinta. beda banget tema film india jaman dulu yang tema sentralnya adalah aksi.

ngomong-ngomong soal film india, tentu itu berkaitan dengan artis film india. 2 artis film india yang masih gw inget sampai saat ini adalah amitabh bachchan dan mithun chakraborty. they are my heroes at that time. and i am proud of it..

nah, kali ini gw mo nampilin sedikit foto-foto salah satu jagoan gw. mithun chakraborty. sebagai catatan, gw mengenal mithun hanya sebagai mithun di filmnya. gw gak mengenal kehidupan pribadinya dan lain-lain. maklum aja, waktu masih sd saya belum punya hape android, jadi gak bisa browsing profil artis kesukaan lo. beda banget ama anak sekarang yang tinggal cek ke google. hehe..

ini penampakan default mithun di otak gw. gambar: http://fridayrelease.com
waktu jadi polisi. gambar: http://realcreativity.blogspot.com
jadi anak disko. gambar: http://moviegupshup.net
jadi gunman. gambar: http://bhavakuta.com
dan bahkan menjadi.. mmm.. entah apa ini. gambar: http://memsaab.com