Well, sekarang saya akan menulis. Kenapa saya mulai menulis lagi setelah berpuluh purnama saya gak nulis, mungkin sesimpel karena ada tekanan. Tekanan ini muncul dari sejumlah orang yang saya informasikan bahwa saya memiliki blog. Padahal jadi calon gubernur aja kagak, tapi saya sudah dinyinyiri lantaran blog yang saya promot gak termutakhirkan. Cih...
Tapi konon, tekanan itu dalam tahap tertentu berefek positif. Tekanan yang biasa dikenal juga dengan istilah stres, berasal dari stressor, atau pemberi stres. Pada otot di tubuh kita, jika diberikan dosis stres yang tepat, maka otot tubuh kita akan terbentuk, menguat dan tidak gelemer-gelemer. Pada kadarnya, stres pada tubuh ternyata berpengaruh baik pada tubuh itu sendiri.
Lalu bagaimana dengan stres pada jiwa atau mental? Dengan menggunakan analogi yang sama, jika mental ditempa dengan tingkat stres yang tepat, maka mentalitas akan lebih kuat dan sehat. Katanya sih, seorang achiever memiliki atribut tahan malang dan tekun. Dua atribut ini biasanya muncul karena tempaan stres dengan kadar yang tepat.
Di nyinyiri dengan kadar yang tepat, akan berpengaruh positif pada diri kita. Nyinyir seringkali tidak dimaksudkan untuk ngkritik. Seringkali bahasa candaan ditangkap orang sebagai nyinyir. Bagi manusia baper, nyinyir akan dibalas dengan counter-nyinyir, yang biasanya juga berupa nyinyiran. Jika demikian, maka ini bisa jadi lingkaran demit (vicious cycle) dan tiada ada akhirnya. Jika demikiran, lalu kapan kita bisa mencapai kedamaian dunia? Yang didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Maka dengan ini...
Back to topic, perihal tekanan untuk menulis. Alhamdulillah, candaan di salah satu grup yang berisi kawan-kawan saya justru membuat saya beraksi untuk menulis. Tepat ketika saya promosi blog saya, saya iseng tengok lagi tulisan saya. Satu tulisan yang membuat saya tercenung adalah artikel ini (baca nih). Di artikel itu saya sudah menyatakan bahwa saya ingin menjadi penulis. Per detik tulisan ini diterbitkan, saya belum juga menerbitkan buku. Sad.. sad.. sad..
Dude, come on, emang sih saya kayanya bukan tipe penulis yang bisa melahirkan magnum opus kaya das capital ataupun mein kampf. Nggak. Saya juga kayanya bukan tipe penulis yang tulisannya bisa masuk jurnal yang keindeks di scopus. Tapi saya yakin, minimal saya bisa bikin buku yang bisa nyaingin tulisannya Tung Desem Waringin lah... Dahsyaaatttt! Yet, sekarang belum ada satupun buku dengan nama saya sebagai penulis tercetak. Sad.. sad.. sad..
Biar gak tambah sad, maka saya putuskan untuk menulis. Layaknya angkat barbel bagi otot, saya anggap tekanan dari para fans tulisan saya sebagai stimulus untuk menguatkan kemampuan laten saya, yaitu menulis. Demikian tulisan tentang tulisan, semoga ada faedahnya. Wabillahi taufik walhidayah. Wassalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh...
Tempat saya latihan nulis. sekaligus tempat saya membagi pengalaman dan pemikiran. monggo di komen..
15 Mei 2017
11 November 2014
2 September 2014
Galau Nulis
Kau tahu kau suka menulis. Tapi kau jahat pada dirimu sendiri. Kau diamkan tanganmu berkarat. Kau diamkan otakmu keram. Kau biarkan idemu menjadi bebal. Padahal kau suka menulis. Maka menulislah. Cintailah dirimu. Manjakanlah dirimu dengan menulis.
Kau tuangkan apa yang dikepalamu sebelum meledak. Kau salurkan energimu agar bagaikan air yang mengalir. Kau tahu apa jadinya jika air dibiarkan tidak mengalir. Berpenyakit. Energi orang sakit. Energi yang penuh penyakit.
Maka menulislah. Menulis melatih berpikir. Berpikir membangun peradaban. Berpikir melatih kedewasaan. Menyalakan dioda-dioda otak. Menyapu debu yang berserakan.
Maka menulislah
Kau tuangkan apa yang dikepalamu sebelum meledak. Kau salurkan energimu agar bagaikan air yang mengalir. Kau tahu apa jadinya jika air dibiarkan tidak mengalir. Berpenyakit. Energi orang sakit. Energi yang penuh penyakit.
Maka menulislah. Menulis melatih berpikir. Berpikir membangun peradaban. Berpikir melatih kedewasaan. Menyalakan dioda-dioda otak. Menyapu debu yang berserakan.
Maka menulislah
25 Mei 2014
Arena Bermain Anak di Kota Casablanca, Chipmunk
Tentu anda familiar dengan tokoh pada gambar di atas. Bukan, itu bukan Pedobear, tapi Chipmunk. Terus terang saya gak tau apakah chipmunk ini merupakan tokoh kartun tersendiri atau bukan. Yang pasti saya pernah melihat karakter ini di serial Donald Bebek. Tokoh kartun terkait Chipmunk juga ada yang tiga bersaudara tupai, yang si alvin dan 2 saudaranya yang lain. Terlepas dari karakter kartun, saya lihat Chipmunk di Kota Casablanca ini merupakan tempat bermain anak yang luas dan lengkap.
Terlihat dari depan, arena bermain anak Chipmunk ini tammpak kecil. Namun ketika anda masuk ke dalam, anda akan menyadari bahwa tempat ni sangat luas dan memiliki arena bermain anak yang lengkap. Di sini, anak anda (dan anda tentunya) bisa bermain Bombom Car, perosotan, Mandi Bola, Flying Fox, titian tali, dan banyak mainan lainnya. Di arena bermain anak Chipmunk juga terdapat maze bermain yang sangat luas. Anak kita bisa memanjat, meluncur, melompat, berguling, berlari, dan lain-lain. puluhan hingga ratusan aktifitas bisa dilakukan oleh anak kita di arena bermain ini.
Tentu ada harga ada rupa. Harga tiket masuk di arena bermain anak Chipmunk ini sebesar Rp170.000. HTM ini berlaku untuk 1 anak dan 1 pendamping. Jika membawa pendamping anak tambahan maka biayanya adalah Rp15.000 per pendamping. Untuk anak di bawah usia 1 tahun tidak dikenakan biaya tambahan. Bagi keluarga menengah, maka sering-sering mengajak anak ke tempat ini tentu tidaklah sehat, tidak sehat buat tabungan anda. Tapi kalau sekali sebulan ingin seharian melihat anak bermain dan mengeksplorasi lingkungannya dengan aman maka arena bermain anak di Kota Casablanca yang bernama Chipmunk ini adalah pilihan tempat yang tepat.
22 Februari 2014
Liga Inggris Tanpa Alex Fergusson Terasa Kurang Lengkap
Dilaporkan langsung dari kafe Indolicious, skor sementara Manchester City vs Stock City masih 0-0. Jual Beli serangan terus dilakukan oleh kedua tim, namun gol berlum tercipta sedari tadi. Di pertandingan lain, Arsenal unggul sementara atas Sunderland 1-0. Sementara Manchester gak tauh deh gimana.
Liga Inggris tanpa Alex Fergusson emang terasa kurang lengkap. Greget dari Manchester melorot drastis di era Moyes ini. Tapi harus diakui, Manchester seharusnya bisa menjadi tim hebat, siapapun pelatihnya. Contoh saja Real Madrid, PSG, Barca, Ajax, atau Munchen. Toh mereka tetap jawara walaupun pelatihnya berganti. Tapi ini tinggal masalah waktu sebelum MU kembali beraksi lagi, entah dibawah Moyes atau pelatih lain.
Liga Inggris adalah liga sepakbola terseru di dunia menurut saya. kecepatan permainan tingkat tinggi dan gak ngebosenin. Beda sangat dengan Liga Italia, yang tempo permainannya lambat dan dipenuhi diving. Yah, ini masalah selera sih. Gimana dengan Indonesia? Liga Indonesia? Yah, dunia persepakbolaan Indonesia ya begini-begini aja sih, kecuali tentu berita tentang tim U-19 Indonesia. Kini masyarakat Indonesia sudah tidak sabar menunggu aksi tim U-19 Indonesia. Setelah aksinya menjuarai sejumlah kompetisi internasional dan menjadi juara grup dengan mengalahkan Korea Selatan, masyarakat Indonesia menaruh harapan besar pada tim U-19 Indonesia. Ya, harapan selalu ada di tangan generasi muda. Maju terus U-19, dan Arsenal..
Liga Inggris tanpa Alex Fergusson emang terasa kurang lengkap. Greget dari Manchester melorot drastis di era Moyes ini. Tapi harus diakui, Manchester seharusnya bisa menjadi tim hebat, siapapun pelatihnya. Contoh saja Real Madrid, PSG, Barca, Ajax, atau Munchen. Toh mereka tetap jawara walaupun pelatihnya berganti. Tapi ini tinggal masalah waktu sebelum MU kembali beraksi lagi, entah dibawah Moyes atau pelatih lain.
Liga Inggris adalah liga sepakbola terseru di dunia menurut saya. kecepatan permainan tingkat tinggi dan gak ngebosenin. Beda sangat dengan Liga Italia, yang tempo permainannya lambat dan dipenuhi diving. Yah, ini masalah selera sih. Gimana dengan Indonesia? Liga Indonesia? Yah, dunia persepakbolaan Indonesia ya begini-begini aja sih, kecuali tentu berita tentang tim U-19 Indonesia. Kini masyarakat Indonesia sudah tidak sabar menunggu aksi tim U-19 Indonesia. Setelah aksinya menjuarai sejumlah kompetisi internasional dan menjadi juara grup dengan mengalahkan Korea Selatan, masyarakat Indonesia menaruh harapan besar pada tim U-19 Indonesia. Ya, harapan selalu ada di tangan generasi muda. Maju terus U-19, dan Arsenal..
31 Mei 2013
Pengingat Diri
kali ini tulisan saya ditujukan untuk diri saya sendiri. sebuah pengingat diri yang sekarang pada diri di masa depan.. dimana diri yang sekarang adalah entitas yang sama dengan diri di masa depan.
saya yang sekarang adalah bentukan dari saya di masa lalu. dan saya di masa depan adalah bentukan dari diri saya sekarang. kau hanya menuai apa yang kau tanam.
diantara sekian banyak mimpi yang saya buat, diantara sekian banyak emengan yang saya ucap, diantara sekian banyak fantasi yang saya cipta, satu hal yang benar-benar saya inginkan, menjadi penulis.
maka logikanya, kalau setahun lagi saya mau merasa cukup puas dengan ikhtiar saya menjadi penulis, maka sedari sekarang saya harus memulai ikhtiar saya. kalau sedari hari ini saya gak mulai ikhtiar saya, maka setahun lagi, saya akan menyesali kelakuan saya hari ini.
dan potensi-potensi kekecewaan saya di masa depan sudah mulai muncul tanda-tandanya. darimana tandanya? sederhana saja, cek aja postingan blog saya sekarang ini. adakah saya cukup produktif berlatih menulis? sudahkah saya aktif mendekatkan kondisi diri saya ke arah cita-cita saya?
sebenarnya pada hari ini saya harus memuji diri saya yang setahun lalu. berkat diri saya yang setahun lalu berani memulai aktif menulis, maka sekarang saya sudah punya seratusan tulisan pada blog saya. seratus langkah mendekat ke arah cita-cita saya sebagai penulis. seratus langkah, yang mungkin masih tersisa sejuta langkah lagi. tapi seratus langkah masih lebih baik dibanding diam tidak bergeming.
selain sebagai penulis, saya juga berkeinginan setahun lagi saya dan istri bisa menjadi seorang saudagar muda. saya ingin usaha yang kami rintis sekarang bisa langgeng untuk masa depan. malah kalau bisa bisnis saya bisa diturunkan ke anak cucu saya.
teman-teman saya sekarang sudah mulai menikmati buah dari benih usaha dagang yang mereka tanam beberapa tahun lalu. dan sekarang saya dan istri baru mulai menanam benihnya. pohon dagangan kami masih amat sangat kecil dan belum berbuah sama sekali. pohon usaha kami baru menumbuhkan bunga-bunga kecil yang memperindah pohon tersebut. namun saya yakin, pohon itu akan tumbuh besar, kuat, berbuah manis, dan bermanfaat untuk lingkungannya.
kawan, jika kau punya cita-cita, mulailah dari sekarang. tanam benihnya, untuk kamu nikmati buahnya.. nanti.
saya yang sekarang adalah bentukan dari saya di masa lalu. dan saya di masa depan adalah bentukan dari diri saya sekarang. kau hanya menuai apa yang kau tanam.
diantara sekian banyak mimpi yang saya buat, diantara sekian banyak emengan yang saya ucap, diantara sekian banyak fantasi yang saya cipta, satu hal yang benar-benar saya inginkan, menjadi penulis.
maka logikanya, kalau setahun lagi saya mau merasa cukup puas dengan ikhtiar saya menjadi penulis, maka sedari sekarang saya harus memulai ikhtiar saya. kalau sedari hari ini saya gak mulai ikhtiar saya, maka setahun lagi, saya akan menyesali kelakuan saya hari ini.
dan potensi-potensi kekecewaan saya di masa depan sudah mulai muncul tanda-tandanya. darimana tandanya? sederhana saja, cek aja postingan blog saya sekarang ini. adakah saya cukup produktif berlatih menulis? sudahkah saya aktif mendekatkan kondisi diri saya ke arah cita-cita saya?
sebenarnya pada hari ini saya harus memuji diri saya yang setahun lalu. berkat diri saya yang setahun lalu berani memulai aktif menulis, maka sekarang saya sudah punya seratusan tulisan pada blog saya. seratus langkah mendekat ke arah cita-cita saya sebagai penulis. seratus langkah, yang mungkin masih tersisa sejuta langkah lagi. tapi seratus langkah masih lebih baik dibanding diam tidak bergeming.
selain sebagai penulis, saya juga berkeinginan setahun lagi saya dan istri bisa menjadi seorang saudagar muda. saya ingin usaha yang kami rintis sekarang bisa langgeng untuk masa depan. malah kalau bisa bisnis saya bisa diturunkan ke anak cucu saya.
teman-teman saya sekarang sudah mulai menikmati buah dari benih usaha dagang yang mereka tanam beberapa tahun lalu. dan sekarang saya dan istri baru mulai menanam benihnya. pohon dagangan kami masih amat sangat kecil dan belum berbuah sama sekali. pohon usaha kami baru menumbuhkan bunga-bunga kecil yang memperindah pohon tersebut. namun saya yakin, pohon itu akan tumbuh besar, kuat, berbuah manis, dan bermanfaat untuk lingkungannya.
kawan, jika kau punya cita-cita, mulailah dari sekarang. tanam benihnya, untuk kamu nikmati buahnya.. nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)